Mohon tunggu...
Yoyon Pujo Utomo
Yoyon Pujo Utomo Mohon Tunggu... Jurnalis - Seorang Penulis menyukai hal yang baru, sesuatu yang baru menjadikan tantangan.

Saya ada penulis di sebuah majalah bulanan di Ibukota. saat ini saya ingin mengembangkan bakat fotografi

Selanjutnya

Tutup

Kurma

Ramadan dan Pulang Kampung

7 Mei 2019   06:00 Diperbarui: 7 Mei 2019   06:29 31
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

"Adik, jangan nakal. Duduk di tempat jangan keluarkan tangan di jendala dan jangan bergelantungan di jendela atau pintu", ucap Lulu

"Iya... kakakku yang cantik", rayu Didi yang saat ini duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar (SD).

"Hiii... ini anak meledek aja. Ibu, Didi tuhh.., sudah dikasih tahu tetap aja badung", kesal Lulu pada adik kesayangannya itu.

Kereta Api pun berjalan dan melaju dengan kencangnya. Rumah-rumah pedesaan, sawah yang menghijau, sungai yang jernih serta suasana pegunungan nan tinggi jadi pemandangan indah yang tak terlewatkan dari pandangan Didi yang duduk di dekat jendela kereta.

"Didi ... nanti kalau Nenek menyuruh kamu minum jamu. Jangan menolak yaa, kalau tidak mau, Nenek kecewa lagi nanti kepadamu", kata Ibu kepada Didi mengingatkan.

"Apa... ibu...., minum jamu, aku tidak mau, abis pahitnya bukan main ..." jawab Didi dengan perasaan takut.

"Heee ... kasihan Nenek, kalau kamu tolak lagi. Nenekkan sudah susah buat jamu untuk cucunya malah tidak diminum", ungkap Lulu memanas-manasi suasana.

"Tidak mau ibu... lebih baik tidak usah ke rumah Nenek aja" teriak Didik.

"Didi ... udah mau sampai koo, tidak mau ketemu Nenek, kata Ayah

Ayah... Ibu .... Sebenarnya aku mau ke tempat Nenek karena ingin mau naik Kereta Api. Bukan mau ketemu Nenek dan minum jamu buatannya. Aku takut minum jamu", kata Didi dengan perasaan malu.

"Hiii .... Ini anak, niatnya bukan mau ketemu Nenek untuk Lebaran tapi hanya ingin naik Kereta Api saja",

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun