Mohon tunggu...
Yandra Susanto
Yandra Susanto Mohon Tunggu... Guru - Guru terbaik adalah yang mampu merubah iblis jadi malaikat, merubah maling jadi ustad

Impian tertinggi, berkumpul bersama orang tercinta di JannahNya nanti

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Alif: Ibuku Harus Sehat (bag.2)

25 Februari 2023   15:33 Diperbarui: 25 Februari 2023   15:35 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Dengan satu gerakan cepat, Alif beraksi. Bambu runcing itu menusuk kedalam lubuk sedalam dada orang dewasa itu. Dilain saat, ujung bambu itu bergetar hebat. Diujung runcing bambu itu, menggelepar seekor ikan sebesar betis.  Air sungai bergejolak sesaat lalu tenang seperti biasa.

Alif mengangkat galah panjang itu dengan gembira. Ikan segera di bersihkan. Di potong kecil-kecil, dan dilumuri sejenis bumbu masak yang selalu ada dalam tas kecilnya. Lalu dia mengambil seruas bambu sebesar lengan. Ikan yang sudah diberi bumbu dan dipotong kecil itu dimasukkan kedalam bambu, kemudian bambu itu dibakar.

Bau harum masakan khas itu segera menguat membuat air liur meleleh. Butuh waktu hampir setengah jam baru lemang Ikan itu matang. Alif mengambil beberapa lembar daun yang cukup lebar. Lemang Ikan itu di tuangkan ke atas daun. Selanjutnya dengan bersemangat Alif segera menuntaskan mengeksekusi makanan enak itu.

Kembali telepon satelit di kantongnya bergetar. Ada pesan lagi dari  Siti, adiknya. "Kapan Uda pulang, kembalilah Uda, kami Dirumah sakit Kabupaten. Ibu kritis!"

Seperti disengat kalajengking, Alif melompat bangkit. Tak peduli lagi dengan kondisi tubuhnya, dia segera melompat dari batu kebatu mengikuti arus sungai menuju hilir. Meskipun tak tahu kemana aliran sungai itu akan membawanya, tetapi sebagai tentara yang sudah biasa dia alam, dia memiliki insting yang kuat. Nalurinya mengatakan bahwa sungai itu adalah jalan keluar.

Benar saja, baru setengah jam berlarian sepanjang sungai, dia menemukan satu dusun kecil. Beberapa anak dengan koteka, pakaian daerah itu berteriak ketakutan melihat kehadirannya. Lalu mereka berlarian memasuki rumah bulat dengan atap ijuk itu. Seorang lelaki berkulit hitam berwajah sangat segera keluar. Dia langsung berlari menuju Alif.

"Apakah anda adalah Tuan Alif Letnan?" Ucap lelaki itu dengan logat setempat. Di punggungnya yang telanjang, tergantung sebuah keranjang penuh berisi anak panah. Sementara di bahunya menyandang sebuah busur panah dengan ukiran kepala babi.

"Kau siapa?" Tanya Alif dengan kening berkerut.

"Lupa Aku, Samson mamaku. Sekitar satu jam yang lalu, Panglima menunggu anda disini. Tapi karena ada panggilan darurat dia akhirnya pergi dengan meninggalkan pesan. Katanya seorang tentara akan datang ke sini bernama Letnan Alif. Katanya lagi, jika Letnan Alif datang, hubungi segera pangkalan untuk menjemputnya. Pesawat akan standby untuk membawa letnan ke Ibukota.

"Benar! Aku Letnan Alif!" Ucapnya dingin. Jelas bahwa posisi dan kondisinya sudah terpantau oleh sang Jenderal dan sengaja menunggu dirinya disini.

"Benar hebat!" Dia langsung mengeluarkan telepon satelit juga kemudian memberikan informasi kedatangan Alif. Kemudian dia mengulurkan tangannya pada Alif," Letnan, jika berkenan boleh silahkan tunggu didalam saja. Aku kepala suku disini......"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun