Mohon tunggu...
Wahyu Putri P
Wahyu Putri P Mohon Tunggu... -

Mahasisa Kimia Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerita Berhantu

30 Agustus 2017   23:44 Diperbarui: 30 Agustus 2017   23:46 480
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Halo semua, apa kabar? Hari ini hari ke 14 #15HariCeritaEnergi nih. Itu artinya, besok udah hari terakhir. Selama 14 hari, sepertinya hari ini yang nulisnya paling malem soalnya badan lagi kurang enak. Tapi ya tetep harus menulis demi menyampaikan gagasan dan informasi mengenai  energi baru terbarukan dan konservasi energi. Hari ini aku mau cerita tentang vampir, tau vampir kan? Yang sukanya menghisap darah? Pernah ada yang liat vampr secara langsung? Atau cuma lihat di film-film aja? Ternyata vampir itu beneran ada loh. Selama ini ada di sekitar kita, tapi kita kurang menyadari keberadaanya. Tapi kali ini aku akan cerita tentang vampir jenis baru, yang bukan menghisap darah... tapi menghisap listrik!

Ya, vampir listrik. Apa itu vampir listrik? Ada yang sudah pernah dengar?

Vampir listrik adalah alat-alat elektronik yang masih menghisap energi listrik dari segala perangkat yang tetap terpasang ke jala-jala listrik di rumah atau di kantor ketika perangkat itu dalam posisi stand-by atau bahkan ketika sudah dimatikan. Peralatan elektronik apa yang sering dalam posisi stand-by ? ya, TV! Setelah menonton TV seringkali kita hanya mematikannya tanpa mencabut kabelnya. Kondisi stand-by ini tidak hanya terjadi pada TV, tetapi juga pada peralatan elektronik lainnya seperti AC, kulkas, microwave, charger HP atau komputer. Hampir semua peralatan elektronik yang kita miliki ternyata menjadi vampir. Dalam kondisi stand-by, walaupun sedang tidak digunakan, peralatan-peralatan elektronik, walau dalam jumlah yang rendah, namun masih saja mengkonsumsi listrik. Bahkan, beberapa diantaranya memiliki tingkat konsumsi energi listrik yang tetap tinggi ketika dalam modus stand-by atau pun ketika dimatikan.

Sebagai vampir, berapa energi yang mereka serap?

Laptop 50 watt/jam, komputer 25 watt/jam, modem internet 4 watt/jam, mesin fax dan printer 6 watt/jam, mesin fotokopi 20 watt/jam, charger ponsel 1 watt/jam, DVD player 10 watt/jam, dan TV LCD 20 watt/jam. Meskipun terlihat kecil, kita akan coba menganalisa berapa rupiah yang harus kita buang percuma untuk makanan si vampir ini.

Misalnya TV, pada saat dinyalakan mengkonsumsi 200 watt/jam, maka konsumsi saat keadaan stand-by adalah sekitar 20 watt/jam (konsumsi listrik saat stand-by rata-rata 1/10 dari konsumsi saat nyala). Dalam satu hari, jika TV hanya menyala selama 4 jam, 20 jamnya stand-by. Selama satu bulan, vampir berhasil menghisap 12 kWh, atau Rp. 16.224.

Begini hitungan matematisnya :

20 watt/jam = 0,02 kWh (kilo watt per hour). Jika dalam sehari TV stand-by selama 20 jam, maka 0,02 kWh x 20 = 0,4 kWh. Jika dalam satu bulan, 0,4 kWh x 30 = 12 kWh. 12 kWh dikali tarif dasar listrik sekarang (non subsidi) berarti 12 kWh x Rp. 1.352 = Rp. 16.224

Lalu komputer. Cukup mengagetkan, walaupun sudah di shut-down, selama kabel listriknya masih terhubung, pada kenyataannya komputer tetap saja masih mengkonsumsi listrik. Perangkat-perangkat yang terhubung dengan komputer, seperti monitor, printer, USB , scanner, modem, dan lainnya juga terus mengkonsumsi energi listrik bahkan ketika mereka tidak digunakan. Jika komputer stand-by selama 16 jam, maka dalam satu bulan vampir akan menghisap 12 kWh, sama seperti TV. Maka untuk komputer, kita akan membuang rupiah sebanyak RP. 16.224 lagi.

Tak berbeda dengan AC yang tanpa kita sadari juga selalu dalam keadaan stand-by. Justru AC ini malah lebih vampir lagi karena tidak seperti TV yang terlihat lampu merah stand-bynya menyala, tak ada tanda-tanda posisi stand-by pada AC. Untuk AC paling tidak 50 watt dikonsumsi terus-menerus dalam keadaan stand-by. Itu artinya, vampir energi berhasil menghisap 30 kWh atau Rp. 40.560 setiap bulannya.

Itu baru TV, komputer dan AC. Bagaimana dengan peralatan elektronik lainnya? Pastinya masih banyak peralatan elektronik lain yang juga menghisap listrik secara diam-diam. Keberadaan vampir listrik ini memang kurang disadari oleh kita, sebagai masyarakat. Padahal, membiarkan vampir listrik menghisap listrik kita adalah suatu pemborosan listrik. Mungkin beberapa orang berpikir bahwa tidak masalah membiarkan vampir listrik karena kita masih mampu membayar tagihannya. Tapi, bagaimana dengan masyarakat yang masih disubsidi oleh pemerintah? Apakah akan tetap tidak peduli? Jumlah penduduk Indonesia tahun 2016 sekitar 250 juta jiwa. Bayangkan jika seluruhnya membiyarkan vampir listrik menghantui listrik mereka. Jika diperkirakan terdapat 4 juta TV di Indonesia, maka vampir bisa menghisap 200 Miliyar rupiah setiap bulannya. Jumlah yang sangat fantastis untuk diberikan kepada vampir. Kita harus berusaha memerangi vampir listrik ini agar tidak menghantui kehidupan kita lagi. Bagaimanakah caranya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun