Mohon tunggu...
Wiwid Dolianto
Wiwid Dolianto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Suka Travelling

Menulis, berbagi dan diskusi mengenai banyak hal untuk kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Jalan Berliku Mendapatkan Harta Karun [#3 The Series: Harta Karun Sang Kakek]

25 Oktober 2022   15:55 Diperbarui: 25 Oktober 2022   15:59 298
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hari itu Selasa dan masih pagi sekitar jam 5.45 WIB pak Kapten mengajak conference call dengan satu agenda yaitu memastikan persiapan kami di hari Kamis malam bagaimana, termasuk koordinat yang kemarin ditulis oleh Ardi. Kemudian Ardi coba mencari buku agenda yang disimpan dalam mobilnya, setelah ketemu kemudian melanjutkan conference call. Ardi menginformasikan bahwa ada dua angka yang tidak jelas tulisannya. Ini karena menulisnya menggunakan spidol yang bukan permanen dan buku agenda terkena percikan air hujan saat menulis.

Saya dan Ardi pagi itu ditugaskan pak Kapten untuk mengecek ulang tulisan dan juga daerah yang kami lalui menggunakan google map, agar tujuan kami tidak salah nantinya. "Kenapa kita nggak telpon Sang Kakek saja pak Kapten, beliau kan masih simpan lokasi yang dibagikan kemarin itu ?", tanya Ardi kepada pak Kapten. "Kita kan diberikan share lokasi hanya sampai pertigaan sebelum kemudian belok ke arah kiri melewati jalan yang yang makin menyempit", ujar sang Kapten. Iya benar dan hingga ke tujuan akhir kita hanya mengikuti perintah Sang Kakek. Tidak jelas juga saat perjalanan kamis malam lalu, karena hari hujan dan jendela mobil tertutup rapat sehingga kurang memperhatikan kondisi luar serta tanda - tanda yang bisa dipakai sebagai patokan. Dan juga Sang Kakek berpesan kepada kami agar jangan sampai hilang koordinat yang sudah di bagi itu. Nggak enak rasanya bertanya kepada Sang Kakek. 

Jam 8 lewat saya sudah sampai di kantor dan sudah ada Vera disana. Beberapa petugas nampak masih berjaga meskipun kami sudah diperbolehkan masuk kantor dan bekerja seperti biasa. Saya langsung bergegas menuju ke lantai 2 dan kondisi ruang berkas masih terkunci. Ada sesuatu yang aneh dengan kunci pintu masuk ruang berkas. Ada bekas seperi dicongkel sehingga ada kerusakan di tuas pintu. Kemudian temuan ini saya photo dan coba diskusi dengan pihak berwajib yang masih berjaga.

"Kita akan koordinasi dengan pihak pemadam yang datang pertama kali, apakah pintu rusak karena di dobrak atau team pemadam tidak merusak pintu saat masuk", demikian informasi dari petugas. Hal ini pun saya informasikan juga kepada pak Kapten dan team kami.  Nanti data akan dicocokan dengan data CCTV yang terpasang di ruang resepsionis serta ruang berkas. Semoga ada petunjuk, demikian harapan kami.

Kami berkumpul di ruang berkas dan menginventarisir berkas - berkas apa saja yang rusak. Untuk berkas penting aman dan sudah kami buktikan tidak ada satu pun berkas penting yang rusak. Hanya berkas administrasi yang tertumpuk di samping almari besi yang terbakar, dan untungnya kami sudah membackup dengan data digital. 

Kami belum sampai pada kesimpulan dan motif apa yang melatar belakangi insiden ini. Namun kami tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi. Pak Kapten menerima telpon dari petugas, menginformasikan bahwa team pemadam saat masuk tidak menobrak pintu, kondisi pintu tidak terkunci saat itu, team pemadam dengan cepat bisa masuk kemudian memadamkan api.

Segera kami bergegas ke ruang monitor CCTV yang berada di samping ruang pak Kapten. Kami periksa secara detail jam - jam diperkirakan terjadinya kebakaran. Minggu lalu di hari Jum'at pagi sekitar jam 5.30 WIB pak Kapten menerima informasi kebakaran kantor kami dari Security. Artinya kami harus cek data CCTV sejak jam 5 pagi. Dua CCTV yang menjadi perhatian kami yaitu di ruang berkas dan ruang resepsionis. Ada petunjuk saat jam di CCTV menunjukkan pukul 5.17 WIB, di ruang berkas ada suara seperti merusak gagang pintu dan benar saja tidak berselang lama, ada orang yang menyelinap masuk ruang berkas dan membawa sesuatu. 

Kamipun segera melaporkan temuan kami tersebut, dan pihak berwajib menginformasikan kepada kami bahwa hal tersebut sudah diketahui beberapa hari lalu dan sengaja tidak diinformasikan kepada kami. Menurut mereka jika ada sabotase dari dalam, sudah pasti ada yang sengaja menutupi atau tidak melaporkan kepada petugas tentang temuan pintu rusak ataupun data di CCTV. Makanya kami tidak diperkenankan masuk saat pemeriksaan pertama di hari Jum'at lalu. Jadi pihak berwajib sudah bisa memastikan sabotase dilakukan oleh pihak luar. Ini yang masih dikejar dan dicari oleh pihak berwajib, siapa pelaku dan motif nya. Jadi ada 2 temuan penting yaitu paket tidak dikenal yang kemudian meledak dan orang tidak dikenal yang menyelinap masuk secara paksa ke ruang berkas. 

Kami menyususn rencana untuk hari Kamis besok, saya dan Ardi melaporkan kepada pak Kapten rute jalan yang akan kami lalui sesuai dengan ingatan kami saat berbelok ke kiri di pertigaan yang di share lokasi. Ada beberapa alternatif sebelumnya yang kemudian mengerucut kepada 2 jalan yang akan kami lalui. Dan itu pun akan kami putuskan saat berada di lokasi.

Kang Saepul dan Erwin melaporkan kendaraan yang akan dipakai untuk ke sana, sudah didapat yaitu jenis MPV berukuran sedang yang diperkirakan bisa untuk mengangkut harta karun. perlengkapan lainnya juga turut dilaporkan termasuk senter, tambang, dan tak lupa makanan.

Top secret demikian rencana yang kami buat dan tidak boleh ada seorang staf pun yang tahu. Kami menginformasikan kepada para staf bahwa kami akan kembali kunjungan ke luar kota selama dua atau tiga hari dimulai hari Kamis pagi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun