Mohon tunggu...
Windya Aprista
Windya Aprista Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa yang mencoba mencari pengalaman menulis.

Menulis dan membaca seperti membuat dan membuka jendela dunia.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

International Women's Day, Bagaimana Sejarahnya?

8 Maret 2022   13:07 Diperbarui: 9 Maret 2022   10:32 220
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

(Sumber www.internationalwomensday.com)

Tepat hari ini 8 Maret dirayakannya International Women's Day atau Hari Perempuan Sedunia. Perayaan ini dilakukan pertama kali pada tahun 1911. Dimana bertujuan untuk menyerukan pentingnya kesetaraan gender di dunia.

images-jpeg-35-6226f8aae2d60e37ea41cbe2.jpg
images-jpeg-35-6226f8aae2d60e37ea41cbe2.jpg
(Sumber https://www.standard.co.uk/)

Sejarah awal ditetapkannya perayaan ini adalah dikarenakan terjadi kerusuhan di tahun 1908, dimana aksi perempuan yang melakukan demonstrasi menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, upah gaji yang sepadan, kebebasan berpendapat, dan hak suara untuk didengarkan. Hal tersebut dilakukan karena sebelumnya kebebasan berekspresi terhadap perempuan yang sangat dibatasi dan terjadi penindasan kesetaraan gender.

Pada tahun 1909 Amerika Serikat negara pertama yang merayakan Hari Perempuan Nasional sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika. Perayaan pertama dirayakan pada tanggal 28 Februari dan terus dilakukan pada Minggu terakhir bulan Februari sampai tahun 1913.

Sebelumnya di tahun 1910 melalui International Conference of Working Women di Kopenhagen, seorang perempuan bernama Clara Zetkin yang juga seorang pemimpin kantor perempuan untuk Partai Sosial Demokrat Jerman, memgajukan gagasan tentang Hari Permpuan Sedunia dan gagasan tersebut berhasil disetujui. Setelah konfrensi tersebut, Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day diperingati tanggal 19 Meret 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Mereka menyerukan hak perempuan untuk bekerja, memegang jabatan publik, hak memilih, hak pendidikan, dan mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan.

images-jpeg-33-6226f990bb44863e5679bce4.jpg
images-jpeg-33-6226f990bb44863e5679bce4.jpg
(Sumber https://nypost.com)

Namun, setelah 6 hari perayaan tersebut terjadi tragedi tragis yang menewaskan 140 pekerja wanita di New York, Amerika Serikat. Tragedi tersebut dinamakan Triangle Fire tragedi yang menewaskan permpuan Italia dan Yahudi.

Dimasa sekarang, tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day. Berbagai gerakan dilakukan organisasi perempuan di dunia untuk menentang segala bentuk ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan. Sampai tahun 1975 PBB untuk pertama kalinya merayakan Hari Perempuan Sedunia.

images-jpeg-36-6226fad23179494bed17f162.jpg
images-jpeg-36-6226fad23179494bed17f162.jpg
(Sumber www.internationalwomensday.com )

Sudah banyak hal yang dilakukan untuk terus menghidupkan hari peringatan ini seperti diluncurkannya tema tahunan dan laman website www.internationalwomensday.com. Sebagai bentuk penghormatan perayaan Intenational Women's Day pada tahun 2011 Presiden Barack Obama menyatakan bahwa bulan Maret sebagai Bulan Sejarah Perempuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun