Mohon tunggu...
W. Bintang
W. Bintang Mohon Tunggu... Freelancer - Variety Writer

Penulis lepas, memberikan perspektif atas apa yang sedang ramai dibicarakan.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Cumi-cumi: Manfaat dan Resiko dari Konsumsi Rutin Makanan Laut

28 Juni 2021   10:20 Diperbarui: 8 Juli 2021   17:42 547
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cumi-cumi mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh jika dikonsumsi dengan benar (DigitalDDay/Pixabay)

Cumi tidak mengandung karbohidrat. Mereka yang takut karbohidrat dan mereka yang menjalani diet keto dapat memasukkan cumi-cumi ke dalam daftar makanan mereka karena tidak mengandung karbohidrat.

Manfaat lain terkait dengan kandungan asam lemak tak jenuh ganda, juga dikenal sebagai asam lemak omega-3, apalagi jika disajikan mentah.

1) Kehamilan Dan Pertumbuhan Yang Sehat

Cumi memiliki Selenium dan Vitamin E. Selenium, yang hadir dalam jumlah kecil di dalam tubuh, bekerja dengan vitamin E dalam mendorong pertumbuhan dan fertilitas yang baik.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (akronim: FDA) menyoroti protein dari hewan laut sebagai makanan sehat bagi mereka yang sedang hamil dan menyusui. Kandungan protein dan zat besi dari cumi-cumi dianggap sangat penting bagi wanita yang sedang hamil.

Baca juga: "Ingin Punya Anak Sehat dan Cerdas? Beri 7 Protein Hewani Ini Saat MPASI" oleh Yusnaeni

2) Kesehatan jantung

Cumi-cumi merupakan sumber vitamin B12 dan B6 yang baik yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan saraf dan kesehatan darah serta vitamin B6 untuk perlindungan jantung dari stroke.

Hubungan antara asam lemak omega-3 dalam minyak ikan dan kesehatan jantung telah diteliti dengan baik. Namun, keseimbangan asam lemak dalam minyak cumi agak berbeda dengan minyak ikan biasa yang ada di pasaran

Asam lemak docosahexaenoic acid (DHA) lebih tinggi pada cumi-cumi dibandingkan makanan laut lainnya. DHA telah terbukti meningkatkan detak jantung saat istirahat.

Minyak kaya DHA, seperti minyak cumi, juga dapat membantu mengurangi agregasi trombosit untuk wanita.

3) Artritis reumatoid

Penelitian tentang asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan laut menunjukkan bahwa mereka membantu menenangkan gejala rheumatoid arthritis.

Peserta dalam sebuah penelitian melaporkan periode kekakuan sendi pagi yang lebih pendek dan mengurangi pembengkakan dan nyeri sendi.

Potensi Risiko Cumi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun