Mohon tunggu...
William Leonardi
William Leonardi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Desainer grafis dan wiraswasta

Pemerhati geopolitik yang berharap dunia berkembang ke arah yang damai dan makin hijau.

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Apakah Mobil Listrik Dapat Membantu Mengatasi Subsidi Energi?

13 September 2022   21:00 Diperbarui: 13 September 2022   21:04 670
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dan andaikan jika 25% saja dari 1 juta kendaraan peminum BBM bersubsidi beralih ke mobil listrik, maka akan terjadi penghematan sebanyak 25 juta liter BBM bersubsidi perbulan di DKI.

250.000 kendaraan x 100 liter BBM subsidi / bulan.

Bukankah sumber pembangkit listrik PLN juga menggunakan batu bara dan solar, jadi percuma dong menggunakan BEV untuk menekan polusi dan BBM bersubsidi?

Dari Badan Pusat Statistik saya memperoleh informasi bahwa sumber energi terbesar Indonesia di tahun 2020 masih didominasi oleh tenaga uap batubara (lebih dari 50%) dan oleh solar (8,2%).

*https://www.bps.go.id/indicator/7/321/1/kapasitas-terpasang-pln-menurut-jenis-pembangkit-listrik.html

Jadi apakah tidak sia-sia kita mengharapkan peranan BEV untuk menekan subsidi BBM dan polusi?

Tidak demikian menurut informasi yang saya terima. Berkaitan dengan BBM, energi yang telah diubah menjadi listrik akan jauh lebih efisien dalam menggerakkan motor dibandingkan langsung membakar BBM lewat mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). Motor tenaga listrik mengkonversi 85% energi listrik menjadi energi mekanis/gerak dibandingkan dengan konversi langsung dari bensin yang hanya 40%. Jadi akan tetap ada efisiensi yang sangat besar. Bila ada yang tergerak untuk membantah informasi tersebut silahkan beradu argumentasi dengan penulis Madhur Boloor di situs:

*https://www.nrdc.org/experts/madhur-boloor/electric-vehicles-101#

Dan mohon kabari saya soal argumentasi kalian agar wawasan saya lebih terbuka.

Berkaitan dengan polusi, penggunaan BEV secara masif akan mendorong polusi hanya terkonsentrasi di area pembangkit listrik saja dan akan menolong peningkatan kualitas udara di area padat penduduk.

Jadi menurut saya, penggunaan BEV secara masif ini adalah sebagai langkah transisi sambil menunggu teknologi pembangkit tenaga listrik yang bersumber dari energi terbarukan dan ramah lingkungan. Misalnya reaktor fusi nuklir tokamak, atau reaktor fisi nuklir garam padat (molten salt) berbahan bakar Thorium atau transmisi gelombang tenaga surya luar angkasa atau lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun