Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Nyawa-nyawa Itu Melayang

5 November 2022   19:08 Diperbarui: 5 November 2022   19:23 55
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Peti mati|sumber: nepeanvalleyfunerals.com.au

NYAWA-NYAWA ITU MELAYANG

di masyarakat yang penuh dengan turbulensi
tohu wabohu- kekacauan
setiap hari ada saja peristiwa kematian
dalam beragam wujud
ada perempuan lansia yang bunuh diri
ada suami membakar isterinya
ada pelakor yang membunuh pesaingnya
ada teroris yang merusak negeri
ada kkb yang menembak warga
ada anak-anak yang diserang penyakit ginjal karena menenggak obat sirup bermasalah
ada penonton sepakbola yang berdesak-desak
lalu sesaknapas dan meninggal
diberondong gas air mata

nyawa serasa amat murah di negeri ini
bahkan harganya lebih murah dari sembako
kerusuhan
tawuran
kebakaran
kapal yang tenggelam
nyaris selalu  berujung pada kematian
kematian
seakan berada didepan mata
siap mengeksekusi siapa saja
dalam bentuk yang berbeda-beda

manusia fana
memang semuanya
akan menjalani kematian
dengan faktor penyebab yang berbeda-beda:
usia tua
penyakit
kecelakaan
bencana
kasus pembunuhan
yang kesemuanya
tiada pernah terduga
hidup itu amat mahal harganya
amat mulia
bahkan sakral
kita harus selalu sadar untuk mendayagunakan kehidupan
yang Allah rancang
kita mesti mengisi kehidupan
dengan hal-hal positif konstruktif
kebajikan
amal saleh
ibadah
hidup kudus
tobat nasuha
harus menjadi diksi dan agenda penting
dalam mengisi kehidupan
yang amat penting bagi manusia fana
bukan berapa lama ia hidup
atau mengapa dan sebab apa ia meninggal
tetapi karya positif kontributif apa yang telah ia
tenun selama ia masih merengkuh kehidupan!

Jakarta, 2 November 2022/pk 16.24
Weinata Sairin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun