Mohon tunggu...
Warkasa1919
Warkasa1919 Mohon Tunggu... Freelancer - Pejalan

Kata orang, setiap cerita pasti ada akhirnya. Namun dalam cerita hidupku, akhir cerita adalah awal mula kehidupanku yang baru.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Aku dan Sang Waktu

18 November 2018   15:18 Diperbarui: 22 November 2018   18:20 984
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apa benar kata bapak tua disampingku ini, yang mengatakan bahwa pemimpin dan sebagian  besar rakyat  yang ada di negeri  ini sedang tertidur pulas. 

Jadi siapa sebenarnya mereka-mereka yang selama ini selalu tampil mengatas namakan rakyat, membujuk dan memaksa rakyat dengan memakai topeng  Suku, Ras dan Agama untuk mencapai tujuannya?

Apa benar kata bapak tua disampingku ini, bahwa di negeri ini yang berlaku adalah hukum rimba?

Jika benar. Lalu dimana para manusia-nya berada? 

Apakah di negeri ini memang sudah sangat sedikit yang masih memiliki sifat manusia?

Sehingga  merasa tidak  lagi memerlukan hukum dan peraturan yang di peruntukan bagi  para manusia.

Selesai meminum air putih di dalam botol yang selalu dia bawa kemana-mana. Pak tua ini kembali berkata ;

" Buka matamu dan lihatlah. Sesungguhnya, alam yang terbentang luas ini adalah bacaan bagi orang-orang yang mau menggunakan akal dan fikiran-nya. Maka bacalah dengan nama Tuhanmu yang maha pengasih lagi maha penyayang. Karena sesungguhnya. Tuhan  mengajarkan-mu  dengan perantara kalam." 

Aku ingat, dulu dia pernah bercerita, untuk sekedar menyambung hidupnya, dia bekerja mengumpulkan botol-botol plastik  bekas.

Dalam menjalani pekerjaan-nya, terkadang ia harus merasakan sehari makan dan sehari puasa. Menurutnya, memang tidak mudah untuk tetap menjaga hatinya agar tidak tergoda untuk mengambil barang milik orang lain yang bukan menjadi haknya.

Jujur aku tidak menyangka, masih ada orang yang mempunyai prinsip hidup seperti bapak tua ini, di negeri yang kata orang adalah negeri tempat para bedebah berada. Dimana sebagian orang sudah tidak lagi mau memperdulikan nasib orang lain, di negeri yang sebagian orang-orangnya mempunyai prinsip asalkan perutnya kenyang, perduli setan dengan orang lain yang akan mati kelaparan di depan-nya, ternyata masih ada orang seperti ini kujumpai di pinggir jalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun