Mohon tunggu...
Tovanno Valentino
Tovanno Valentino Mohon Tunggu... Konsultan - Hanya Seorang Pemimpi

Hanya Seorang Pemimpi

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Masalah Ekonomi Mulai Menghantui Putin, Rusia Akan Menasionalisasi Perusahaan Bisnis Barat yang Ditutup karena Invasi Ukraina

11 Maret 2022   17:53 Diperbarui: 11 Maret 2022   17:58 7799
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam sebuah peperangan tentu akan berdampak pada berbagai aspek dari negara-negara yang bertikai, apalagi negara yang di-invasi. Selain faktor keamanan dan keselamatan jiwa, kesehatan, terdapat faktor penting lainnya adalah masalah perdagangan, ketersediaan pangan dan dalam skala luas akan berpengaruh pada ekonomi negara-negara terkait.

Hal ini tampaknya mulai dirasakan juga oleh Rusia, sebagai negara yang melakukan invasi ke Ukraina telah mengalami dampak pada ekonomi dan perdagangan negara tersebut.

Dalam uapaya minimalisasi dampak ekonomi bagi rakyat Rusia, karena banyak perusahaan Barat yang beroperasi di negara tersebut dan memasok berbagai kebutuhan pangan khususnya banyak yang telah hengkang (bahasa halusnya telah melarikan diri dari rusia)

Kondisi ini oleh, Douglas MacMillan, Kontributor Washington Post di rusia, melaporkan bahwa Presiden Putin sedang mempertimbangkan untuk menasionalisasi perusahaan atau pusat kegiatan bisnis negara "Barat" yang telah ditutup karena invasi Ukraina.

Disebutkan bahwa, langkah ini ditempuh untuk mempertahankan para pekerja atau aktivitas ekonomi di Rusia yang mencerminkan adanya alarm ekonomi di Rusia saat antrean terjadi di toko-toko dan bank.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada (10/03/2022) telah menyatakan dukungan terhadap rencana tersebut. Untuk menasionalisasi bisnis milik asing yang melarikan diri dari negara itu karena invasi ke Ukraina, yang mencerminkan alarm lain kepada Kremlin atas terjadinya kehilangan pekerjaan (pengangguran) dan permasalahan ekonomi lainnya yang ditimbulkan oleh eksodus.

Persetujuan Putin atas rencana tersebut, dijadwalkan akan dibahas di parlemen Rusia pada hari ini (11/03/2022), ketika Goldman Sachs mengatakan pihaknya "menghentikan" bisnisnya di Rusia, menyusul ratusan perusahaan Barat lainnya yang telah menutup atau menangguhkan operasinya.

Sebagai catatan, The Goldman Sachs Group, Inc. adalah bank investasi multinasional Amerika dan perusahaan jasa keuangan yang berkantor pusat di New York City.

Beberapa perusahaan dan toko Pengecer pakaian Jepang Uniqlo dan jaringan AS Victoria's Secret juga turut mengumumkan bahwa mereka akan menutup sementara toko-toko Rusia, yang kemudian mendorong antrean panjang karena pembeli mengantri untuk apa yang mungkin menjadi kesempatan terakhir mereka selama berbulan-bulan untuk membeli barang. Hal serupa serupa telah terjadi juga di Ikea, McDonald's, dan perusahaan lain yang hengkang atau menutup sementara dalam bahasa halusnya.

Hal yang terjadi sepertinya menunjukan orang Rusia semakin cemas kehilangan akses ke produk konsumen yang menjadi andalan mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun