Mohon tunggu...
Umiyamuh
Umiyamuh Mohon Tunggu... Novelis - Seorang Penulis

Bukan orang penting, hanya seseorang yang suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Unavailable Love | Bagian 1

15 Maret 2024   21:42 Diperbarui: 15 Maret 2024   22:42 63
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Edit pribadi melalui Canva

"Ada apa?" tanya Wulan ketus.

Maya memamerkan barisan gigi putihnya yang sedikit berantakan. Dia baru saja sampai di rumah Wulan setelah mereka janjian bertemu musabab ada hal penting yang ingin Maya sampaikan.

"Kenapa sih, May?" Wulan makin penasaran. "Mending ke psikiater deh sana. Udah nggak waras kayanya lo sekarang."

"Abang lo ganteng, yah?" ucap Maya tiba-tiba. 

Wulan mengerutkan dahi. Terkejut. Gadis itu langsung menyentuh dahi Maya. "Kayanya lo beneran butuh pertolongan, deh. Minimal sekarang lo ke klinik."

Maya hanya tersenyum.  Dan senyumnya semakin melebar ketika Bintang keluar dari rumah mengenakan jaket Hitam menenteng helm dan ransel di punggungnya. Seakan ada sorot lampu yang mengikuti pemuda itu hingga ke dalam mobilnya. Maya yang saat itu tengah duduk di teras hampir lupa untuk menarik napas dan berkedip hingga Bintang lenyap di balik pintu mobil.

Baca juga: End (Bagian 1)

"Sadar, woy!" Wulan mencubit pipi Maya. "Nggak perlu segitunya, deh. Kak Bintang itu nggak cocok buat lo, dia itu jahat!"

"Nggak. Dia ganteng," sangkal Maya.

Wulan sadar jika memang banyak gadis yang tersihir oleh ketampanan kakaknya. Tanpa tahu jika kakaknya jika di rumah seperti musuh baginya. Bintang berusia 3 tahun lebih tua dari Wulan. Saat ini Wulan dan Maya sama-sama kelas 3 SMA dan akan segera lulus. Sedangkan Bintang, dia sudah sekolah di luar negeri sejak masuk SMA hingga kuliah. Tapi dua minggu lalu Bintang memutuskan untuk pulang dan melanjutkan kuliahnya di dalam negeri saja. 

Alasannya Kangen. Kabar buruk untuk Wulan yang sudah tenang karena merasa jadi anak tunggal beberapa tahun. Berbeda dengan Bintang yang jenius, Wulan tergolong siswa yang biasa saja. Prestasi terbaiknya adalah masuk 10 besar di kelas. Wulan anak yang ceria dan mudah bergaul, tapi baginya hanya Maya teman sejati. Sedangkan Bintang? Dia pendiam, tertutup dan sulit ditebak. Sejak pulang, Bintang dan Wulan bahkan belum bertegur sapa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun