Mohon tunggu...
Ufi Anjasari
Ufi Anjasari Mohon Tunggu... setengah mahasiswa setengah apoteker

Apoteker

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pengalaman TES TPA di BAPPENAS

24 Oktober 2020   20:39 Diperbarui: 24 Oktober 2020   20:43 7 0 0 Mohon Tunggu...

Aku mau sharing pengalaman aku ikut Test  TPA yang diadain oleh BAPENNAS. Bagi yang belum tau, TPA (Tes Potensi Akademik) versi BAPPENAS adalah suatu alat seleksi yang mengadopsi GRE (Graduate Record Examination) di US. Kalo di US instansi yang mengadakan GRE adalah ETS (yang juga ngadain TOEFL), di Indonesia TPA diadakan oleh BAPENNAS. Meski begitu, ada juga universitas yang menyediakan layanan yang mirip dengan TPA. Contohnya UGM yang memiliki PAPs (Potensi Akademik Pascasarjana).

Nah, TPA itu digunakan sebagai syarat mendaftar program pascasarjana. Sebenarnya, TPA itu tidak mengukur kecerdasan kita, hanya saja digunakan sebagai alat untuk mengukur potensi keberhasilan kita ketika mengikuti program pascasarjana.

Pendaftaran
Waktu itu aku memutuskan untuk ambil TPA yang BAPPENAS, soalnya lebih flexible dan lebih "resmi" aja untuk mendaftar s2. Bukannya yang lain nggak resmi ya, cuma misal nih kalo aku pake PAPs ntar cuma bisa daftar di UGM dong. Untuk mendaftarnya, mudah banget. Buka dulu website koperasi.bappenas.go.id untuk melihat jadwal dan lokasi tes.

Kalau aku dulu pilih lokasi di bapennas nya yang di Jakarta, jadi pendaftaran bisa langsung lewat website. Di website itu kita tinggal isikan aja data diri yang diminta sekaligus scan ijazah, karena untuk dapat mengikuti TPA minimal harus sudah D3. Lalu tinggal transfer aja biaya pendaftarannya. Oiya, jangan lupa untuk simpan bukti transfer nya karena dibutuhkan saat hari H. Waktu itu bukti transfer punyaku hilang, untuk masih ada scan-an nya hehehe tinggal diprint aja. Untuk pendaftaran di lokasi lain, aku nggak tahu apakah bisa online atau tidak. Soalnya aku pernah coba pilih lokasi ITB nggak bisa daftar online, harus hubungi ke sana langsung.

Persiapan
Jujur, aku merasa persiapanku kurang banget. Aku cuma ngandelin buku latihan soal TPA yang aku beli di gramed H-3 minggu. Itupun intensif aku kerjain baru H-1 minggu. Maklum pulang kerja capek banget rasanya. Soal TPA sendiri terdiri atas 3 sub bab, yaitu kemampuan verbal, numerik, dan penalaran. Pokoknya aku murni benar-benar cuma latihan soal seadanya. Aku simulasi mengerjakan soal sesuai dengan waktu yang ditentukan. Dari latihan soal itu kita bisa menghitung score yang diperoleh. Nah, selama aku ngerjakan latihan soal, rata-rata score ki 680an sampai 700an. Jadi overconfident dong akunya. Wkwk. Ternyata Oh ternyata pas hari H...

Hari H
Aku berangkat pagi-pagi dianter mbakku yang tinggal di Jakarta. Aku emang udah nginep di Jakarta beberapa hari karena weekend. Di sana aku dateng kepagian jadi harus nunggu sampai registrasi dibuka. Oiya, aku ketemu dua orang temenku secara nggak sengaja, ternyata mereka mau s2 juga. Singkat cerita.. Akhirnya tes dimulai setelah ada prahara koper yang berisi paket soal nggak bisa dibuka lol.

Dan woaaah soalnya jauuuh lebih susah banget sama buku latihan. Hopeless nih. Bapak di sebelah aku ngerjain sambil komentar aja gegara dia kekurangan waktu. Duh pak.. Akupun kesusahan jangan berisik atuh...Tapi nothing to lose aja lah. Hajar teros. Di akhir sesi, akan dibagi amplop, kita disuruh pilih hasilnya mau dikirim atau diambil sendiri. Berhubung aku tinggal di Cimahi jadi aku pilih dikirim aja biar nggak repot. Nggak ada biaya tambahan kok.

Hasilnya
Hasil diumumkan H+2 via email. Benar saja, target score ku 600 gak tercapai wkwkw nyesek sekali dikit lagi padahal. At least masih di atas borderline untuk masuk s2 ugm hehe. Nah untuk sertifikat nya dikirim cepet sekali, pake JNE Yes soalnya. Sertifikatnya kecil kayak selip tagihan listrik wkwkw.

Dah gitu aja cerita ambil TPA BAPPENAS. Hasil BAPENNAS ini berlaku 2 tahun. Jadi aku masih bisa daftar Batch selanjutnya kalau-kalau something undesired happen.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x