Mohon tunggu...
Tri Budhi Sastrio
Tri Budhi Sastrio Mohon Tunggu... Administrasi - Scriptores ad Deum glorificamus

SENANTIASA CUMA-CUMA LAKSANA KARUNIA BAPA

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen Kontemporer: Pembajakan KRI

11 Maret 2021   11:57 Diperbarui: 11 Maret 2021   12:01 468
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Satu menit lagi" desis Letkol Haryono tajam mengingatkan, batas waktu yang diberikan tinggal separuh.

Bintik-bintik keringat mulai muncul di dahi Perwira Mesin. Hidupnya seakan-akan tergantung pada satu menit yang akan datang. Terus atau tidak? Begitu juga dengan yang lainnya. Hati mereka setegang kawat baja.

"Tiga puluh detik lagi," sekali lagi terdengar desisan Letkol Haryono. Sekarang Komandan yang tidak tergoyahkan itu, melirik arloji di tangan kirinya.

"Dua puluh lima detik. Tidak ada perpanjangan waktu untuk tindakan kurang ajar ini."

Bintik-bintik keringat di dahi semua orang semakin banyak. Dengung mesin KRI Nagasasra yang mendesing bertenaga seakan-akan menambah suasana tegang.

"Sepuluh detik."

Tangan Perwira Mesin terkepal erat-erat.

"Sembilan ... delapan ... tujuh ...."

Ketegangan benar-benar merayap sampai ke puncak.

"Empat ... tiga ... dua ... sa ...."

"Komandan", potong Perwira Mesin lemah. "Kami menyerah."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun