Mohon tunggu...
Theodorus BM
Theodorus BM Mohon Tunggu... Administrasi - Writer

Seorang pemuda yang senang menyusun cerita dan sejarah IG: @theobenhard email: theo_marbun@yahoo.com wattpad: @theobenhard

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

The Loyal (Cerpen Rohani)

11 Juli 2021   15:06 Diperbarui: 11 Juli 2021   15:20 536
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Tiga orang sahabat, Limfonos, Sosteus, dan Filipus segera menghampiri rombongan orang yang membawa tandu. Sebagian besar terdiri dari remaja berumur belasan, semuanya adalah saudara -- saudari Octavian sendiri. Kedua orang tua Octavian mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih, anak -- anak. Apakah kalian yakin ingin melakukan hal ini? Kudengar kerumunan di rumah Midas semakin membesar."

"Ah, tenang saja, bu, kami akan membawa Octavian ke hadapan-Nya. Orang ini harus sembuh, bukankah begitu, sobat?"

Octavian hanya bisa tersenyum lemah di pembaringan, "Yang kupunya hanya iman, kawan."

"Lalu, bagaimana ini? Alurim belum datang. Kita tinggalkan saja?" tanya Limfonos.

"Tidak ada cara lain, Limfonos. Kau harus mengisi posisinya. Kecuali kalau kau rela salah satu dari saudara Octavian atau ayahnya yang sudah tua itu untuk ikut membawa tandu."

Limfonos menahan napas, "Baiklah, aku kuat. Kita pergi sekarang. Yang penting Octavian harus sembuh."

"Semoga kerumunan di rumah Midas tidak sebanyak dugaan kita. Tempat itu sempit sekali. Semakin siang, orang akan semakin banyak."

"Lebih baik kita berangkat sekarang." ucap Filipus yang disambut kedua temannya.

Di tengah jalan, Limfonos mengajak Octavian berbincang -- bincang, "Bagaimana, sobat? Apakah kau sudah tidak sabar untuk memakai kakimu lagi?"

Octavian hanya tersenyum, "Aku harap mukjizat itu nyata, Limfonos."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun