Mohon tunggu...
Taufiq Sentana
Taufiq Sentana Mohon Tunggu... Guru - Pendidikan dan sosial budaya

Praktisi pendidikan Islam. peneliti independen studi sosial-budaya dan kreativitas.menetap di Aceh Barat

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mantan Serdadu

6 Oktober 2022   00:25 Diperbarui: 6 Oktober 2022   07:49 146 9 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pada zamannya yang penuh gejolak, pada sepotong malam di tanah Rencong, aceh

 Seorang idealis pergi berjuang. Memikul senjata, mendapat latihan dan bergrilya, dari hutan ke hutan,  dari bukit ke bukit, atau berbaur, menyamar,mengintai dan bersiap siaga. 

Mungkin itu hasrat dan pengertiannya atau pandangannya yang murni untuk kemenangan dan kemakmuran negeri para wali. 

Tentu ia telah memahami, peluru darah dan nanah,  serta aroma lumpur dan dahaga. Ketika semua berubah dalam meja negoisasi dan dia melihat medan juang yang lebih lunak.

 Dia menyimpan senjata apinya dan menulis sebuah kisah, memilih jalan ujung pena dan kenegarawanan. 

Pelan pelan,  di bilik sunyi di malam pekat, dia meringkas dan mulai mencerna sintesa Ibnu Khaldun: Kutahu kemudian.... ..Citra politiknya ada di Novel Tentara Atom (judul awal :Retina)  Dan pandangan tamaddunnya ada di Novel Aceh 2025:

Ulasan Singkat novel aceh 2025

https://www.kompasiana.com/taufiqsentana9808/6151540f06310e461615a992/novel-aceh-2025-thayeb-lhoh-angen

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan