Mohon tunggu...
Lestari Saadah
Lestari Saadah Mohon Tunggu... Freelancer - Menyesap Waktu

Hadapi realita dan teruslah berlari

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dipersunting Demokrasi

29 September 2016   09:51 Diperbarui: 29 September 2016   09:58 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Bagai perjaka yang masih perawan

Udik dengan sesuatu diluar nalar dan perasaan

Digoda bujuk rayu sang rupawan, tenggelam dalam keasyikan

Syetan berujud rupawan

demokrasi... demokrasi...

Sudah berapa banyak istri dan selir - selir mu

Hanya berbekal keadilan semu mu itu

Anehnya masih saja laku

Wahai istri - istri demokrasi

Tidak sadarkah kau bagai budak belian

Dibeli murah dengan tipuan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun