Mohon tunggu...
#alegoriwaktu
Puisi | "Mea Culpa"
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
08 Desember 2018 | 11 bulan lalu

Puisi | "Mea Culpa"

Kaki langit terbuat dari logika dan hasrat untuk memuaskan raga. Cakrawala kita tidak lebih dari metafora antara kornea dan segala yang kausebut mata.

Fiksiana
534
8
3
Puisi | Lari, Anakku, Lari!
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
06 Desember 2018 | 11 bulan lalu

Puisi | Lari, Anakku, Lari!

Kerasukan langit termasuk satu penyakit yang paling aku rindui. Hitam legam kelam, seperti oli omprengan yang lama tidak mengunjungi montir langganan.

Fiksiana
404
19
5
Puisi | Ibnu, Anak Laki-laki Pemalu
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
06 November 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Ibnu, Anak Laki-laki Pemalu

Terkisah Ibnuanak laki-laki pemaludengan dua mata keemasandiberi pertanyaan, berapa umurmu?Dia menjawab, delapan puluh satuSemua orang berpandangan,la

Fiksiana
517
21
13
Cerpen | Eskapisme Dini Hari
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
17 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Cerpen | Eskapisme Dini Hari

Bayi perempuan yang cantik itu tertidur pulas di balik selimut warna merah muda. Usianya baru tiga hari. Pada wajahnya, tersimpan gemintang yang memah

Fiksiana
503
12
8
Puisi | Cinta yang Lelah Mencari Masalah
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
03 Oktober 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Cinta yang Lelah Mencari Masalah

Awan semakin tidak sabar. Kita bersisian selama tujuh jam dan saling melempar diam. Kata-kata kita hanya akan membangunkan badai. Cinta yang terlalu l

Fiksiana
569
5
4
Puisi | Embrio
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
15 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Embrio

Kamu sebentuk cinta sebelum ada. Dari hari yang terlalu pagi untuk secangkir kopi dicampur lima sendok gula. Lingkup dimensi hening tanpa ruang, massa

Fiksiana
602
3
4
Puisi | Ulang Tahun Pernikahan
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
14 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Ulang Tahun Pernikahan

Aku menentukan akan dibunuh apa dengan memutuskan akan mencintai siapa. Kepalaku keras hati dan hatiku keras kepala. Kamu tidak butuh cincin atau

Fiksiana
1860
5
6
Puisi | Menggugat Rasa Percaya
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
13 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Menggugat Rasa Percaya

Kamu bertanya hening, aku menjawab geming.***Aku tumbuh besar bersama mereka yang jauh dari rumahnya. Kota itu tidak pernah menjadi kampung halaman. S

Fiksiana
2044
7
5
Puisi | Mimpi dengan Mata Terbuka
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
12 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Mimpi dengan Mata Terbuka

Apakah kamu nyata?***Menemukanmu dalam tidur, hanya akan membuatku lebur. Menjadi debur kesekian yang lelah menggoda karang. Kamu adalah timur, ketika

Fiksiana
657
5
3
Puisi | Cerita Pura-pura
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
11 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Cerita Pura-pura

Kamu suka mendengar cerita, tapi aku tidak bilang apa-apa.***Aku seperti buku yang kamu baca dari halaman dua puluh satu. Hanya ada rasa dan kata-kata

Fiksiana
586
8
1
Puisi | Negara Belum Tiba Malam Itu
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
11 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Negara Belum Tiba Malam Itu

Aku lahir di perbatasan antara rimba dan lautan. Pada tanah megah yang suka mengalah dan benar-benar harus kalah. Memberi banyak hal, lantas memb

Fiksiana
437
2
1
Puisi | Residu Masa Lalu
N. Setia Pertiwi
N. Setia Pertiwi
10 September 2018 | 1 tahun lalu

Puisi | Residu Masa Lalu

Apakah kita butuh kenangan hanya untuk mengingat kebodohan-kebodohan?***Ini masih bumi tempat Adam dan Hawa menerima konsekuensi. Sejak lama, hilang t

Fiksiana
493
5
3