Mohon tunggu...
Syahrul Chelsky
Syahrul Chelsky Mohon Tunggu... Lainnya - Roman Poetican

90's Sadthetic

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

[PCB] | Permintaan Maaf

23 Januari 2020   14:52 Diperbarui: 23 Januari 2020   15:15 317
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
instagram.com/kulturtava

#ProyekCerbung

[2]

Cerita sebelumnya

Di tengah perasaan terkejut dan sedikit tidak percaya, Ratih dengan reflek membalik tubuh, bermaksud menuju pintu ruangan tengah dan berjalan semampunya menuju pintu luar.

Namun memandang wajah malaikat anaknya yang tengah berada dalam gendongan Bik Inah membuatnya tertahan sebentar.

"Ada apa Nyonya?" tanya Bik Inah.

"Aku keluar sebentar tidak apa kan, Bi?"

"Nyonya mau ke mana? Harinya sedang mendung. Nanti Nyonya kehujanan."

"Aku hanya ingin menikmati udara pagi untuk menjernihkan pikiranku. Aku tidak akan jauh. Aku tidak akan lama."

"Baik, Nyonya."

Ratih kembali mencuri pandang ke arah pagar. Dia melihat lelaki itu masih berdiri di balik sana dengan cukup tabah. Dengan gaya berjalan yang sedikit tertatih dia menuju pintu depan, membukanya agak perlahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun