Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Pensiunan, freelance copy writer - Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Finansial Pilihan

Menyusun Anggaran Saat Pandemi

8 September 2021   22:10 Diperbarui: 8 September 2021   22:20 198 8 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Menyusun Anggaran Saat Pandemi
Anggaran (sumber: harmoni.co.id)

Saat ini pandemi sedang melanda dunia, termasuk Indonesia, beberapa perusahaan terkena dampaknya, sehungga harus melakukan perampingan jumlah karyawan, entah dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak memperpanjang kontrak, atau mempercepat  pensiun dini. 

Lazimnya, vonis ini langsung dieksekusi sehingga bagi Anda yang tidak pernah memiliki dana cadangan akan kelimpungan. Karena yang semula mendapatkan gaji bulanan, tiba-tiba tidak ada lagi pemasukan. 

Anda masih beruntung bila perusahaan masih berkenan memberikan uang jasa atau pesangon. Uang jasa atsu pesanhon ini masih dapat dianggap sebagai dana cadangan untuk hidup entah sampai berapa lama.

Guna mengetahui situasi keuangan keluarga Anda, maka Anda harus membuat anggaran (budgeting). 

Tujuan membuat anggaran agar mengetahui nilai pemasukan dan pengeluaran pada satu perioda waktu, bisa mingguan, bulanan, atau tahunan. Manfaat sebuah anggaran adalah untuk menimbulkan rasa tenang, belanja sesuai tujuan (tidak berlebihan), tidak akan terkejut bila dana tiba-tiba habis. 

Penyusunan anggaran ini baik dilakukan bagi keuangan keluarga, perusahaan, organisasi maupun negara. Banyak orang yang malas membuat anggaran, baru terkejut bila tiba-tiba dana di tabungan habis. Kemana saja ya uang ini koq cepat sekali habis?

Cara membuat anggaran

Bila Anda membuat anggaran dengan rapi, maka Anda akan mengetahui dengan pasti kemana larinya aliran dana. Cara membuat anggaran, pertama-tama kumpulkan data informasi pengeluaran dan pendapatan, bila Anda menggunakan uang elektronik (e-money) Anda dapat melacaknya dengan tepat karena tercatat dengan rapi. 

Untuk pos pendapatan, Anda memasukkan gaji bulanan dan pendapatan lain-lain, misal BLT. 

Sedangkan untuk pengeluaran, harus Anda pisahkan pengeluaran bulanan misal uang keamanan dan sampah, gaji sopir, gaji asisten rumah tangga, makan minum selama satu bulan, listrik, air, gas, telepon,  internet, transportasi, angsuran rumah, angsuran kendaraan, dan lain-lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan