Mohon tunggu...
Sutiono Gunadi
Sutiono Gunadi Mohon Tunggu... Blogger

Born in Semarang, travel-food-hotel writer. Movies, ICT, Environment and HIV/AIDS observer. Email : sutiono2000@yahoo.com, Trip Advisor Level 6 Contributor.

Selanjutnya

Tutup

Sehat dan Gaya

Meski Puasa, Waspadai Lonjakan Berat Badan

23 April 2021   03:35 Diperbarui: 23 April 2021   03:39 174 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Meski Puasa, Waspadai Lonjakan Berat Badan
Berat badan (sumber: anlene.com)

Banyak orang berpendapat, bahwa bulan Ramadan adalah kesempatan bagi mereka yang memilki berat badan berlebih atau overweight guna menurunkan berat badannya. Apa alasannya? Karena terjadi perubahan pola makan dari semula tiga kali menjadi dua kali. Jadi, secara logika dengan pengurangan jatah makan siang diharapkan segera terjadi penurunan berat badan.

Apa benar dengan berpuasa otomatis berat badan Anda akan turun? Tergantung apa yang Anda makan dan jumlah makanan yang Anda konsumsi. Khususnya yang harus diwaspadai adalah cara Anda berbuka puasa. Berapa kkal yang Anda santap saat berbuka puasa? Berapa kali Anda makan setelah waktu buka pussa? Biasanya, orang berbuka puasa dengan minum teh manis hangat lalu menyantap takjil. Setelah sholat, biasanya makan malam, lalu pergi tarawih. Dan uniknya, bila pulang dari tarawih masih kuat menampung makanan, sering kali orang lupa dan makan lagi, entah makanan ringan atau makanan berat.

Porsi takjil yang serba manis dan biasanya tidak pernah dikonsumsi pada hari biasa, lalu pada bulan Ramadan seakan-akan harus ada, bahkan bisa lebih dari satu selain es campur masih ditambah bubur sumsum atau kolak pisang. Kebiasaan makan lagi sepulang dari tarawih membuat porsi yang Anda asup jadi sama saja dengan makan pada hari biasa satu hari tiga kali hanya terjadi pergeseran waktu saja.

Hal lain yang secara tidak sadar meningkatkan berat badan pada bulan Ramadan, adalah pola makan yang justru bertambah dan tereliminasinya olahraga. Meski Anda berpuasa, sebaiknya tetap menjalankan olahraga ringan, seperti jalan santai setelah selesai makan sahur. Jadi setelah selesai makan sahur, justru jangan kembali memeluk guling alias tidur lagi.

Selain olahraga ringan agar tubuh Anda tetap bugar dan fit, Anda juga harus memperhatikan asupan makanan pada saat berbuka puasa. Mengacu dari sebuah perusahaan jasa boga yang rajin menghitung prosentase kalori, protein dan karbo hidrat yang dikonsumsi, disarankan saat makan sahur dan buka puasa menyantap 400- 430 kkal. Sebagai contoh, untuk menu berbuka puasa Anda dapat menyantap nasi merah, kacang polong atau sayur dan daging. Dengan menu ini nilai nutrisi yamg Anda asup adalah 408 kkal, protein 34 gr, fat 13 gr dan karbohidrat 35 gr. Bila Anda ingin diet karbo, Anda bisa menggantikan nasi dengan kentang, ketela atau jagung. Kentang dapat berupa kentang rebus atau mashed potato, ketela dapat divariasi antara ketela putih, ketela merah dan ketela ungu. Makanan yang disantap saat makan sahur juga jumlah kalorinya tidak lebih tinggi dari 430 kkal.

Dengan pola menghitung kalori dan asupan nutrisi yang Anda santap, diharapkan berat badan Anda akan stabil bahkan turun, tentunya asal jangan diikuti dengan konsumsi takjil berlebihan dan acara buka bersama.

Acara buka puasa bersama di tempat kerja atau bersama teman dan relasi juga dapat berakibat berat badan naik tidak terkendali. Anda sebaiknya menghadiri acara buka puasa bersama, tapi tetap harus mengendalikan pola makan Anda. Berhenti bila sudah cukup kenyang. Hal ini tentunya guna mensukseskan program Anda dalam menurunkan berat badan dan mencegah naiknya berat badan berlebihan selama bulan Ramadan.

Untuk menambah vitalitas tubuh Anda, selain memperhatikan nutrisi yang diasup, Anda dapat menambahkan mengkonsumsi madu pada saat makan sahur dan buka puasa. Nikmati ibadah puasa Anda dengan khidmat, dengan tubuh tetap fit dan tanpa ketakutan terjadinya lonjakan  berat badan.

VIDEO PILIHAN