Mohon tunggu...
Supli rahim
Supli rahim Mohon Tunggu... Dosen - Penulis dan dosen

Orang biasa yang ingin mengajak masuk surga

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Berdoalah Pasti Allah Kabulkan

14 Oktober 2022   04:51 Diperbarui: 18 Oktober 2022   21:09 227
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bismillah,

Semua orang tua pasti menginginkan kebaikan dunia dan akhirat untuk anak-anaknya. Dalam sebuah cerita inspiratif, ada seorang ayah yang ingin sekali agar anaknya jadi Insinyur pertambangan karena dalam banyak kesempatan dia menemukan kenyataan bahwa sarjana pertambangan itu jadi kaya raya. 

Mereka bekerja di Perusahaan minyak, di perusahaan tambang dan lain-lain. Pendek kata dia ingin sekali menyekolahkan  anaknya di jurusan pertambangan di pulau Jawa.

Tidak lulus

Setelah mengikuti les itu les ini tibalah saatnya anak yang didambahkan ayah itu untuk ujian atau tes di perguruan tinggi idaman itu. Ayahnya menjual motor satu-satunya untuk biaya anaknya pergi ke Jawa dan mengikuti serangkaian tes di sana. 

Setelah menunggu beberapa minggu tibalah melihat pengumuman melalui koran dan melalui internet secara online. Minggu pertama mereka melihat pengumuman untuk universitas A ternyata tidak lulus. 

Padahal ayah dan anak serta ibu anak ini berdoa siang dan malam. Demikian juga tahajud tak tinggal. Plus mereka yakin Allah tak akan mengecewakan hambaNya. 

Tibalah saatnya untuk melihat pengumuman untuk memasuki Universitas satu lagi. Lagi-lagi mereka yakni ayah dan anak serta ibu pubya harapan untuk diterima di jurusan Pertambangan pada Universitas kedua. Tapi lagi-lagi tidak diterima.

Melamar kerja

Anak tamat SMA tadi setelah melewati kesedihan demi kesedihan mencoba keberuntungan lain. Dia melamar bekerja pada perusahaan yang menjual alat bangunan dan bergerak juga dibidang pertambangan di kota mereka tinggal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun