Mohon tunggu...
Fathur Mafianto
Fathur Mafianto Mohon Tunggu... Guru, penjahit, dan traveller writing

Lelaki yang berhobby jadi penjahit dan ingin mencari ilmu setinggi langit ketujuh.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Di Persimpangan Jalan

19 Februari 2020   13:35 Diperbarui: 19 Februari 2020   14:21 30 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Di Persimpangan Jalan
dcc1162f6f0f89d8e2e61dc7414727b5-5e4cd6cb097f360e8d515e52.jpg


ada Tuhan yang menjaga setiap tidurku, 

di sisi lain aku adalah seorang anak durhaka, pada mereka yang berakal iblis. sejauh bulan dan bumi berpijak.kadang, anggapannya aku adalah anak pembangkang, tanpa peduli siapa lawan bicaranya


satu persatu caci makiannya dijuruskan tepat pada relung hati; sontak aku mendengarnya, omongan yang dinilai sangat pantas diacungi jempol. tapi merendahkan harga diri ini

haruskah aku berdiam diri?
menerima kesadisan dalam bertutur kata, jika dilandaskan dengan iman yang rusak
dan setiap kali menunjuk dirinya
adalah paling benar. justru Tuhanlah yang tahu, kebenaran itu
"Tuhan, perlukah aku merubah ayat kesembilan pada kitabmu,
atau menghapusnya, sebab
aku resah dengan dasar hukum yang mereka sombongkan itu,
sementara hidup ini hanya milikmu," keluhku dalam batin

Tuhan hanya bisa memandang dan mendengar dari jendela langit

di persimpangan jalan
ada Tuhan yang sedia kala menguji imanku,
sembari dijadikan tolak ukur, kuatkah aku menerima cobaannya?
kisah yang digariskan secara indah tanpa ternoda sedikit pun

di sisi lain, aku adalah seorang hamba penuh dosa

mungkin tak ada yang istimewa, atau bahkan benar akan ayat yang
kuubah nantinya, hanya membenarkan kesalahan
yang digunakan secara angkuh, entahlah.
hanya Tuhan yang menilai, aku pun patuh

di persimpangan jalan
ada Tuhan yang selalu menjaga
hidup dan matiku


Gubuk reyot, 26/7/2019

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x