Mohon tunggu...
Nikita Situmeang
Nikita Situmeang Mohon Tunggu... Lainnya - Tetaplah berambisi.

Mari sama-sama belajar Dibentuk, Terbentuk, Membentuk....

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Suara Kami Butuh Didengar

3 Juni 2020   22:03 Diperbarui: 4 Juni 2020   08:21 122
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kita penerus bangsa yang besar 

pemuda dan pemudi

Harapan bangsa adalah milik kita
Selalu terasa sederhana

sedikit klise ketika mengucapkan nya
Tapi negeri ini adalah kita
Mimpi dan masa depan kita


Di beberapa titik kita terluka
Tak sedikit pula menciptakan luka
Dan bekasnya ada dinegeri ini

 pemuda selalu ingin bersuara,meski suara kita terdengar lemah..
Kita memang hanya anak dimata mereka yang punya kuasa
Tapi suara kita berasal dari hati.
Bersuara dengan lantang lebih dari biasanya
Berteriak lebih kencang untuk bangsa ini


Negeri kita sedang sakit
Dipenuhi rasa takut dan kepanikan..
Mari ciptakan perubahan...
Negeri ini butuh kita..
Wahai penerus bangsa

"Suara kami butuh didengar"
Begitu aku menyebutnya...
Mari bersama saudara saudara ku
Bangkit dan lihatlah..
Kita tidak sedang baik-baik saja...

Apa menonton drama menjadi lebih menarik??
Apa menumpahkan air mata untuk drama yang kamu tonton menjadi lebih menyedihkan??

Tidakkah sakit melihat tangisan saudara kita yang sedang berjuang untuk hidup dan keadilan???
Tidakkah lebih menyakitkan ketika kamu masih mampu memakan sesuap nasi namun saudaraa mu diluar sana berjuang mati-matian untuk bertahan hidup..

Sembari betanya pada pemimpin negeri
Sembari menunggu jawaban yang tak kunjung pasti
Mari bertanya pada diri sendiri
Kemana perginya rasa persaudaraan kini??
Kenapa begitu banyak tebaran kebencian??
Dimanakah kasih??

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun