Mohon tunggu...
Shanti Agustiani
Shanti Agustiani Mohon Tunggu... Guru - Smart and Simple

Penulis, Guru

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sirkus Nyonya Ohara

1 Desember 2020   10:00 Diperbarui: 2 Desember 2020   18:12 387
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Nak …apa selamanya kamu akan jadi loper koran? Bacalah koranmu, orang-orang sukses kebanyakan berpendidikan.”

Nyonya Ohara paling sebal kalau Bintang dan Ara sudah kehilangan semangat bersekolah. Lagipula biaya operasi tumor jinak yang terus membesar itu sangat besar, tak bisa dibayar dengan upah buruh cuci yang selama ini dikerjakannya. Namun sebab tumor itu pula lamarannya diterima oleh sirkus Fantasia dengan peran sebagai wanita terjelek di dunia, tumor itu pula yang membuat Fad tak melirik lagi wajah Ohara.

Bintang menyerah mendebat ibunya, ia berangkat ke sekolah, berboncengan dengan Ara sembari membawa tumpukan koran yang harus diantarnya ke berbagai tempat pelanggan.

Sepedanya terus dikayuh, sekelebat pikir Bintang kata-kata Nyonya Ohara ada benarnya, termasuk bahwa ia jarang sekali membaca koran yang selalu diantarkannya. Maka hari itu Bintang menyempatkan membaca, Tak terduga … anak lelaki itu  terbelalak membaca judul di halaman ke dua.

“Wanita Terjelek Itu Sebenarnya Wanita Paling Cantik di Dunia”

Sepulang sekolah, Bintang menjemput Ara dan mengajak adiknya membaca koran hari itu pada sebuah bangku taman. Di surat kabar ternama, terpampang wajah Nyonya Ohara dengan make up tebal dan senyum yang jenaka.

“Aih Ibuuu,” Ara tersentuh membaca kalimat demi kalimat pada koran itu. Tentang sebuah pengorbanan, tentang mencoba bersuka hati pada label yang tampak memalukan tetapi bisa menyenangkan semua orang, tentang mencintai seni peran dan bermanfaat di sisa usia.

“Ara, kita beri kejutan untuk Ibu malam ini yuk. Ingat ndak, hari ini hari ulang tahunnya!” tukas Bintang sambil mengayuh sepeda.

Ara mengannguk cepat, lalu mereka berdua bergegas ke pasar membeli bahan kue dari upah kerja Bintang yang selama ini disisihkannya untuk ditabung. Ara sudah belajar membuat kue dari You Tube dan sudah pula mempraktikkan kebisaannya bersama teman-teman satu kelompok prakarya di sekolah.  Kini Ara akan membuat kue istimewa untuk Nyonya Ohara.

***

Malam itu suasana wahana sirkus kembali membahana, alunan musik riang, lampu warna-warni, jajanan aneka rupa memanggil-manggil orang-orang yang melintas di luar sana.  Anak-anak merengek agar dibelikan karcis masuk. Kacang rebus, gulali, kue cucur dan aneka jajanan pasar lainnya juga laris seketika. Pedagang kaki lima bersuka cita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun