Mohon tunggu...
Reno Dwiheryana
Reno Dwiheryana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Blogger

blogger harus punya dedikasi dan harga diri. bersyukur seminim apapun keadaan. umur kian bertambah, jatah hidup di dunia semakin berkurang. mati-matian manusia demi dunia, akan tetapi dunia tidak manusia bawa mati. sebanyak apapun harta manusia tidak akan mencukupi hidup yang singkat ini.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Renungan 13 Tahun Kompasiana

7 Oktober 2021   14:20 Diperbarui: 7 Oktober 2021   14:33 201 19 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Logo Kompasiana (Kompasiana)

Tak sedikit para Kers lama yang bertanya-tanya kepada Penulis, mengapa sampai detik ini masih menulis di Kompasiana dikala Kers lain satu persatu berhenti menulis?

Satu jawaban yang paling memungkinkan pertanyaan itu ialah karena hanya di platform ini Penulis merasakan keakraban dan keeratan diantara para Kers. 

Tetapi jawaban itu Penulis katakan lebih tepat disandingkan akan bagaimana Kompasiana dahulu disaat masih banyak rangkaian acara offline yang diadakan Kompasiana. Sangat berbeda dengan kondisi saat ini dimana para Kers tidak saling mengenal satu dengan yang lain secara langsung (tatap muka).

Bagi Penulis tatap muka adalah bagian penting dalam interaksi sosial dan lebih krusial ketimbang interaksi dunia maya yang masih sangat memungkinkan terjadinya kesalahpahaman.

Mengacu pada pertanyaan kenapa masih betah di Kompasiana, mungkin Penulis harus bercerita mengenai obrolan Penulis dengan Mas Isjet (mantan COO Kompasiana) di salah satu kafe dekat gedung Kompas Palmerah.

Kami bertemu dan mengobrol sejenak prihal Kompasiana. Secara garis besar Mas Isjet ingin mendengarkan pandangan Penulis terhadap Kompasiana dan harapan kedepannya.

Saat itu Penulis mengungkapkan bahwasanya harapan Penulis terhadap Kompasiana ialah platform ini dapat menjadi wadah bagi para blogger bukan hanya untuk mengembangkan diri tetapi juga sebagai personal branding mereka.

Penulis melihat bahwasanya blogger masih dipandang bukanlah sebagai sebuah profesi utama, blogger cenderung lebih rendah sebagai kegiatan mengisi waktu luang, kegiatan mencari uang tambahan (sampingan), atau hal lainnya. Padahal begitu banyak potensi yang bisa digali dari menulis dimana kelak orang akan bangga mencantumkan blogger mutlak sebagai sebuah profesi.

Menurut Penulis kaidah seorang blogger harusnya lebih mulia dari itu karena blogger bukan sekadar hobi menulis ataupun media untuk curhat, melainkan ia adalah seorang Agent of Change atau sosok yang menginisiasi perubahan atau memberi andil baik kepada dirinya maupun sekitarnya dari karya (tulisan) yang ia kreasikan. 

Menulis ialah suatu bentuk kreativitas dari indera yang manusia miliki, sebuah imajiner yang memprakarsai segala sudut pandang yang kemudian memberi andil orang lain yang membacanya untuk dapat berkembang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan