Mohon tunggu...
Sabina DewiSafitri
Sabina DewiSafitri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Sederhana tapi signifikan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerita Terakhir di SMA

4 Desember 2021   01:23 Diperbarui: 4 Desember 2021   01:26 52 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pada suatu hari di salah satu SMA swasta di ibu kota Jakarta terdapat SMA yang begitu terkenal. SMA tersebut bernama SMA Kasih Pemuda. 

Di sekolah tersebut terdapat kisah menyedihkan, padahal masa SMA adalah masa yang menyenangkan. Tapi tidak bagi seorang riri. 

Riri memiliki 6 orang sahabat bernama tasya,diah,sinta,oliv,elsa,fani mereka adalah sahabat yang begitu di kenal pada saat SMA. 

Riri dan keenam sahabatnya yang begitu ceria,ramai,berisik itu berakhir dengan cerita yang menyedihkan. Semasa sekolah mereka merupakan salah satu sahabat yang sangat bahagia, sehingga karena salah satu masalah yang membuat mereka akhirnya berpisah. 

Mereka berenam dulu sangat sering bertemu dan berkumpul di rumah sinta dan elsa, mereka entah mengerjakan tugas, bermain, makan, bercerita, dan curhat. 

Riri juga sering mengajakku kerumah-nya. Riri suka bercerita tentang kehidupannya dan juga cowok yang ia sukai kepada sahabat-sahabatnya itu, karna ia tau sahabat sahabatnya bisa memberiku nasihat dan membuatku semangat. Riri itu tipe orang ceria dan sedikit pendiam dia juga tipe yang suka nge-gas saat berbicara kepada teman-temanya. 

Sifat nge-gas riri itu adalah sifat yang dulu,saat kelas 11,ia menjadi sangat pendiam. Pada saat itu juga riri dan keenam sahabatnya masih sekelas,kemudian saat kenaikan kelas riri berpisah dengan sinta dan elsa. 

Di kelas riri akhirnya sekelas dengan fani,tasya,diah,dan oliv,di kelas 11 riri memilih untuk duduk dengan lala dan berpisah dengan tasya,fani,diah dan oliv.

Pada suatu hari, sebelum ujian tengah semester tiba riri mengajak keenam sahabatnya pergi kesalah satu mall besar, mereka jalan-jalan ke tempat bermain, berbelanja,makan,dan nonton bioskop bersama sampai-sampai mereka lupa waktu. 

Pagi itu, cuaca amat cerah, Sinar Surya menampar jendela kaca kamarku, cahayanya menepis pelupuk mata hingga memaksaku untuk membukanya. 

Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.00. Perlahan berdiri menuju kamar mandi, kulihat ibu sedang menyiapkan perbekalan yang akan aku bawa ke sekolah. Selesai mandi dan mempersiapkan diri, tidak lupa berpamitan dengan ibu, bapak dan kakakku. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan