Ryo Kusumo
Ryo Kusumo Professional

Membaca, menulis.. ...udah gitu aja www.ryokusumo.com

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Benarkah BUMN Konstruksi Bangkrut?

4 Juni 2018   13:36 Diperbarui: 4 Juni 2018   17:47 2886 16 10
Benarkah BUMN Konstruksi Bangkrut?
Sumber: www.katadata.co.id

Baru-baru saja lembaga pemeringkat utang S&P memberi sebuah pernyataan lampu kuning terhadap utang BUMN Konstruksi Indonesia, dijelaskan bahwa BUMN Konstruksi Karya perlu berhati-hati atau warning terhadap utang dan cash flow operasi. 

Sayangnya laporan S&P ini kembali ditelan mentah-mentah (sengaja mentah atau memang "mentah") oleh beberapa pihak, bahkan menjadi senjata untuk menulis bahwa BUMN Konstruksi Karya secara teknis telah bangkrut!

Sayangnya pihak tersebut mem-parafrase tulisan detik.com dan tirto.id yang ditulis 2 bulan setelah laporan S&P tanpa melakukan analisis. Bahkan paragraf akhir dari tirto.id pun tidak dicantumkannya, sehingga tujuannya lebih ke penggorengan opini. Menggiring opini publik. Bahkan ditambahkan kalimat, BUMN Karya secara teknis bangkrut.

S&P adalah lembaga pemeringkat utang, dia punya kewenangan seperti auditor, dan kewajibannya untuk mengeluarkan warning.

Warning itu perlu, penting malah, hanya jika warning tersebut lantas digoreng sedemikian rupa, sehingga membuat kesan bahwa BUMN Karya telah bangkrut secara teknis, dan proyek-proyek infrastruktur tidak layak. Itu yang ngaco.

Mengapa saya katakan demikian, karena setelah melakukan analisis sederhana, diskusi dan lebih tabayun soal informasi (saat ini informasi yang "ilmiah" justru bisa lebih berisiko menyesatkan, karena ilmiah hanya terkesan di "ilmiah" kan), saya mendapatkan beberapa hal yang tidak untuk men-counter, tapi untuk menjelaskan dengan lebih seksama, bukan hanya parafase dari website, meskipun itu website valid.

Gini gaes..

Untuk menyebut suatu perusahaan itu "layak" bangkrut atau tidak, sumbernya bukan dari website media, kecuali memang dinyatakan bahwa perusahaan A itu bangkrut. Karena sifat website media adalah menyampaikan informasi, bukan analisis.

Oke, saya coba membuka laporan keuangan salah satu BUMN Konstruksi, kebetulan 4 BUMN Konstruksi adalah BUMN Karya yang semua sudah listing di Bursa Efek. Saya buka hanya PT Waskita Karya, Tbk (WSKT).

Kenapa Waskita? Karena Waskita merupakan salah satu BUMN Konstruksi pencetak laba terbesar, dan sempat gonjang-ganjing akibat insiden kecelakaan kerja yang membuat sahamnya anjlok.

Saya membandingkan antara aset lancar dan utang jangka pendek, yang katanya harus dilunasi dalam waktu 1 tahun, dan itu membuat BUMN karya secara teknis bangkrut. 

Let's see below:

Laporan Keuangan PT Waskita Karya Q1 2018
Laporan Keuangan PT Waskita Karya Q1 2018
Laporan Keuangan PT Waskita Karya Q1 2018
Laporan Keuangan PT Waskita Karya Q1 2018
Saya sederhanakan menjadi:

Data pribadi
Data pribadi
Utang Waskita bertambah? Ya, memang benar, utang Waskita naik, terutama utang usaha dan utang bruto subkontraktor. Kedua utang tersebut merupakan komponen utang terbesar, sebesar 54% dari total liabilitas jangka pendek.

Apa itu utang usaha dan utang bruto subkontraktor? Kedua komponen itu lekat dengan yang namanya perusahaan konstruksi.

Utang usaha adalah utang pembelian barang/material yang belum di bayarkan. Jamak di dunia konstruksi, bahwa material yang dibeli menggunakan sistem NCL (Non Cash Loan), dan bukan cash (T/T - telegraphic transfer). Sehingga yang belum di bayarkan masuk ke utang usaha.

Utang bruto subkontraktor. Sistem pembayaran subkontraktor dari BUMN karya ada dua, yaitu NCL dan T/T. Sedari dulu, subkontraktor BUMN Konstruksi, terutama subkontraktor lokal, jarang yang mau dibayar dengan NCL dan lebih suka cash, ada progress ya dibayar.

Sedangkan pembayaran invoice model cash atau T/T ke subkontraktor seperti ini, biasanya BUMN Konstruksi sebagai Kontraktor menunggu pembayaran invoice dari klien, tidak bisa langsung bayar cash, sehingga munculah Utang bruto Subkontraktor.

Oya, siapa klien? Untuk proyek infrastruktur model jalan tol, bandara dsb, klien atau pemilik proyek adalah Pemerintah.

Nah, bagaimana kondisi dari pemilik proyek terhadap kondisi keuangan BUMN Konstruksi? Kita lihat aset lancar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3