Rustan Ibnu Abbas
Rustan Ibnu Abbas Penulis Buku, Trainer Sales, Senang Membaca Buku

Suka nulis , Trainer Sales, Cinta Islam, Pembelajar dari nilai kehidupan Silahkan kunjungi Blog saya di www.rustanibnuabbas.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Harap-harap Cemas Menanti Produksi Massal Mobil Esemka

12 Oktober 2018   15:17 Diperbarui: 12 Oktober 2018   15:43 1050 1 0
Harap-harap Cemas Menanti Produksi Massal Mobil Esemka
https://www.autos.id

Beberapa hari ini wacana mobil Esmeka kembali marak diberitakan di media sosial, apalagi setelah cawapres KH. Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa mobil bekas yang pernah dirintis Joko Widodo atau Jokowi akan diluncurkan pada Oktober. Sampai bulan oktober ini ternyata apa yang disampaikan oleh KH. Ma'ruf Amin belum terbukti sampai hari ini belum ada kepastian kapan mobil ini bisa di jual di showrom-showrom di seluruh Indonesia. Walau ijin untuk memproduksi  sudah ada. 

Kementerian Perindustrian memberi izin PT Adiperkasa Citra Esemka Hero untuk produksi massal mobil nasional Esemka, di pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi, Boyolali, Jawa Tengah.

Kabarnya Ada delapan tipe sudah mendapatkan  Sertifikasi Uji Tipe (SUT) untuk delapan tipe mobil Esemka. Delapa mobil Esemka itu terdiri dari Garuda I 2.0 (4x4) MT, Bima 1.3 L (4x2) M/T, Bima 1.0 (4x2) M/T, Niaga 1.0 (4x2) M/T, Bima 1.8D (4x2) M/T, Bima 1.3 (4x2) M/T, Borneo 2.7D (4x2) M/T, dan Digdaya 2.0 (4x2) M/T.

Ini tentu merupakan berita gembira, apalagi kemungkinan besar bila mobil Esemka ini jadi diproduksi massal. Besar kemungkinan akan menjadi Mobil Nasional (MOBNAS) kebanggan masyarakat Indonesia.

Saya memyangkan kira-kira seperti mobil Proton malaysia meski sekarang kepemilikan sahamnya sudah dikuasai 49,9 persen perusahaan automotif China, Zhejiang Geely Holding Group, Proton masih memiliki mayoritas saham yakni 50,1 persen masih dikuasai pemerintah.

Mobil Esemka pertama kali diperkanalkan pada 2009 yang merupakan hasil kreasi dari siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menjadi sangat populer setelah dijadikan sebagai kendaraan dinas oleh Pak Jokowi. Setelah berita tentang mobil Esemka sudah menghilang entah kemana dan baru muncul lagi setelah Jokowi terpilih menjadi presiden tahun 2014. 

Banyak yang mempertanyakan kelanjutan mobil Esemka. Sempat muncul ditahun 2017 tiga produk Esemka yakni pikap, pikap kabin ganda, dan minibus untuk keperluan sektor bisnis transportasi.

Saat itu dikatakan tak hanya Esemka Digdaya, Esemka juga punya pikap Bima dan model minibus semacam Toyota Hiace di produksi di dua fasilitas yang masing-masing berlokasi di Cileungsi dan Boyolali dan seharusnya meluncur Oktober atau November 2017.

Namun banyak yang meragukan bahwa ternyata model tersebut hanya. Esemka Digdaya yang merupakan jenis pikap double cabin itu mirip seperti mobil China, Foday F22.

Banyak yang menduga Esemka hanya mengganti label di mobil tersebut. Kemiripan Digdaya dengan Foday F22 terlihat jelas dari desain tampang depan dan belakang mobil. Termasuk mobil Esemka jenis sport utility vehicle (SUV) bernama Esemka Garuda 1 terlihat hampir mirip 99% dengan mobil rakitan China keluaran Guangdong Foday Automobile yaitu Foday Land Fort

Kalau memang mobil Esemka merupakan hasil kloning satu gen dari mobil China tentu tidak bisa menjadi kebanggan masyarakat Indonesia.

Apalah artinya disebut mobil nasional kalau hanya merupakan mobil kloning yang tinggal ganti merek. Kekhawatiran saya jangan sampai rencana produksi mobil Esemka ini hanya dijadikan sebagai jualan politik untuk menarik perhatian masyarakat. Mengingat sekarang memasuki musim politik.