Mohon tunggu...
Roni Makaryo
Roni Makaryo Mohon Tunggu... Penikmat dan pelaku seni

Mencoba menyuarakan opini terhadap persoalan di sekitar saya

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kemasan Sekali Pakai Vs Isi Ulang

25 November 2020   00:43 Diperbarui: 25 November 2020   00:50 28 0 0 Mohon Tunggu...

Baru-baru ini saya selalu mendengar perdebatan tentang kemasan air mineral sekali pakai dengan kemasan yang isi ulang. Mana lebih bermanfaat, terutama untuk kondisi lingkungan kita. Entah perdebatan sekedar obrolan di luar pandemi atau memang persoalan serius yang mesti mendapat perhatian. Yang jelas saya jadi tergelitik untuk mencari tahu lebih jauh.

Dari hasil pengamatan saya di beberapa sumber, baik media online ataupun tulisan di blog-blog, saya memperoleh kesimpulan sendiri.

Pertama, permasalahannya bukan pada isi ulang atau sekali pakainya. Masalah sampah plastik yang ada saat ini adalah masalah yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Dan Indonesia ternyata adalah negara yang buruk dalam menangani sampah plastik. Indonesia nomer 2 negara penghasil sampah plastik dan hingga kini masih belum memiliki kompresor khusus sampah plastik.

Saat ini penanganan sampah dilakukan melalui daur ulang. Di tiap daerah memang sudah terdapat beberapa depo untuk mengolah sampah plastik menjadi biji plastik. Nantinya biji plastik hasil daur ulang diproduksi kembai menjadi produk-produk plastik.

Persoalan kedua adalah jenis bahan plastik itu sendiri. Beberapa literasi menyebutkan bahan plastik yang cenderung aman untuk kesehatan adalah PET. Sedangkan bahan plastik yang mengandung BPA (Bhispenol A) berbahaya untuk kesehatan. BPA biasanya digunakan untuk mengeraskan si plastik. Memang kalau kita telaah plasti berbahan PET lebih lembek ketimbang jenis lainnya. Dari sini saya baru sadar maksud tanda "free BPA" pada botol susu bayi dan botol minuman lain.

Apa hubungannya PET, BPA dan kemasan air minum sekali pakai atau isi ulang? Saya tidak ingin menyebut merk tertentu, tapi yang jelas kode pada galon atau kemasan air mineral sekali pakai menggunakan jenis PET, kodenya bernomer 1. Artinya memang aman untuk kesehatan. Selain itu, jenis plastik ini lebih mudah didaur ulang sehingga tidak menimbulkan timbunan sampah.

Berbeda dengan jenis plastik yang sulit didaur ulang yang biasanya berbahan Polikarbonat (PC). Saya tidak tahu apakah semua galon isi ulang menggunakan plastik berbahan PC atau hanya merk tertentu saja. Yang jelas bahan jenis ini berbahaya terhadap kesehatan jika terkonsumsi oleh kita terus menerus. Bahkan dapat menyebabkan kanker.

Dari permasalahan ini, saya hanya ingin mengingatkan jangan bosan-bosan untuk mengecek kemasannya terlebih dulu setiap kita membeli makanan atau minuman. Jangan sampai iklan suatu produk menghilangkan kewaspadaan kita sebagai konsumen. Karena saya termasuk orang yang percaya produsen bukan orang yang peduli kesehatan kita.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x