Mohon tunggu...
Warisan Literasi Mama
Warisan Literasi Mama Mohon Tunggu... Freelancer - Meneruskan Warisan Budaya Literasi dan Intelektual Almarhumah Mama Rohmah Tercinta

Mama Rohmah Sugiarti adalah ex-writerpreneure, freelance writer, communications consultant, yogini, dan seorang ibu yang sholehah dan terbaik bagi kami anak-anaknya. Semoga Mama selalu disayang Allah. Alfatihah.

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Cerpen: Si Mbak Pulang Pertengahan Ramadan

23 Mei 2020   22:36 Diperbarui: 23 Mei 2020   22:35 662
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kasih saya ibu dan anak lanangnya - Sumber Foto:  August de Richelieu dalam Pexels.com

Petugas karantina desa segera membawanya ke rumah sakit di Kota Kabupaten. Ternyata setelah dilakukan berbagai macam tes, akhirnya diketahui bahwa orang itu positif terinfeksi virus corona Covid-19.

Suasana Kabupaten segera gempar. Segera petugas-petuga medis dari Kabupaten dikerahkan ke lokasi tempat karantina di desa si mbak. Kata Si Mbak melalui whatsappnya kepadaku, suasana sangat genting. Petugas medis segera menyemprot semua sudut tempat karantina dengan desinfektan di sana-sani.

Lokasi karantina segera diamankan dari semua orang kampung yang ada. Orang-orang yang dikarantina ditambah para pegawai yang mengawasi dan membantu lokasi karantina segera di tes infeksi corona. Ternyata total ada 7 orang yang dikarantina dan 4 orang petugas desa dinyatakan positif terinfeksi corona. Si Mbak termasuk salah satunya. Karena itu, mereka semua segera dievakuasi dan dibawa ke lokasi karantina kabupaten yang ada di RSUD Kabupaten.

"Duh... Gusti, berarti Mbak justru tertular virus itu di lokasi karantina desa ya mbak?" tanyaku sedih.

"Iya bu. Karena desa tidak memiliki alat tes. jadi kita yang dikarantina malah bercampur dengan orang yang sudah terkena virus itu bu. Jadinya malah kita tertular virus itu dari situ bu," jawab Si Mbak menjelaskan.

"Waduuuh, trus berapa lama nanti Mbak harus menjalani pengobatan dan isolasi di RSUD mbak?" lanjutku bertanya lagi.

"Tidak tahu bu. Katanya sampai sesembuhnya dan setelah dinyatakan negatif bu. Kata petugasnya sih bisa dua minggu, tiga minggu atau lebih bu," jawab  Si Mbak sambil menambahkan icon sedih.

"Haduh mbak? Berati Mbak nggak bisa merayakan lebaran di rumah ya? Bagaimana dengan Si Tole?" ujarku mencemaskan nasib anaknya.

"Iya bu. Apa boleh buat. Nggak apa kok bu. Yang penting emak sama Si Thole sehat saja. Kasihan kalau mereka tertular juga. Untungnya Si Thole sudah biasa pisah sama saya bu. Kalau harus pisah sama Si Emak baru dia akan bingung bu. Saya dengar dari Emak baju baru buat si Tole sudah dibelikan kok bu. Alhamdulillah saya cukup senang mendengar dari emak Si Tole sudah kegirangan bu. Terima kasih atas sangu dan bantuannya ya bu," kata Si Mbak ikhlas menerima cobaan yang harus diterimanya.

...

Suara muadzin yang lafadkan takbir masih terdengar lantang berkumandang dari toa masjid. Suaranya masih tetap sama sebelum aku terbawa lamunan tentang Si Mbak tadi. Sejenak aku pun turut menggumamkan takbir mengikuti sang muadzin. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun