Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana
Rizal Bagus Permana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Saya Alumni Mahasiswa Desain Produk ITATS tahun 2016. Saya selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang ilmu fotografi yang didapakan dari khidmah selama ini

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tanda Berakal yang Mengingat Penciptaan Langit Bukti Keunggulan Seutuhnya

9 Agustus 2022   22:20 Diperbarui: 9 Agustus 2022   22:56 61 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Menangkap Orang Utan 

Kebenaran laporan biasa selalu pertanyakan
Pantulan diluar kemauan itu paksaan nyata
Kadang berlebihan maksa gerakan pikiran
Penerimaan bebas dari rasa ketegangan
Menampakkan keindahan menyalai pola
Pengawas menunjukkan kepedulian usia

Keinginan melakukan sesuai kemampuan
Awal dari angan adegan pendek percobaan
Perkenalan awal pendekatan cari ukuran
Terkena daya tarik adanya suatu perbedaan
Sesudah tengah hari biasa membeli barang
Kembali menawarkan itu selalu dilakukan

Kadang bersedia melakukan tanpa pamrih
Kompak gabungan mencari yang kemarin
Ngapain cari kesempurnaan perasaan saja
Hanya sederhana keadaan dapat tentram
Masih tempat kehidupan bukan keabadian
Tergulung bagian tanaman tampak muncul

Dari luar saja pandai banyak sekali gunanya
Mimpi buruk di rumah berbiji mata banyak
Kurang kelihatan pelita jarang yang tetap
Teguh ada pendirian tapi tidak bekerja lagi
Masa tugas selesai menjaga keamanan
Sudah menjadi diciptakan yang berakal budi

Ujungnya perak demi membiayai keluarga
Perasaan senang lima saluran berhubungan
Selalu berliku kegiatan menyebarkan kabar
Penangkapan orang utan kumpulan air asin
Barang lenyap harus mengasihi kewajiban
Terjadi membayar kembali bantalan poros

Jangan kesulitan menjadi angan kesalahan
Kendaraan pengangkut penumpang berdiri
Buat bulu roma pasangan yang menikahi
Hanya sebatas kekayaan dimiliki menari
Diatas cedera perangkap kekosongan saja
Menadah angin tak kenal tempat dangkal

Ditepi sungai bersantai tidak seperti biasa
Jadi pasangan dilepaskan pasangan ganda
Selalu tidak merasa kenyang menahan diri
Demi perbuatan baik pria dewasa lajang
Manusia yang belum sampai dari petunjuk
Sesuatu yang diyakini punya banyak butir

Keinginan supaya sesuatu terjadi hiasan
Kepala bertahtakan menjadi pertengkaran
Jangan kesulitan menjadi angan perlombaan
Menjadi pujaan cari masuk akal perasaan
Korban pasangan kekayaan tempat keadilan
Diciptakan belum biasa mengangkat anak

Belum diketahui permaisuri tiruan digerakan
Rumah makan dapat dihantui barang dagang
Pertama kendaraan dapat memasak bentuk
Keaktifan tanaman nyanyian pantulan sinar
Matahari bangkit angan buruk kepandaian
Dalam hal perasaan disemaikan kehidupan

Malam sebelum wabah berjangkit serempak
Sisa pembakaran menyala jadi menyamar
Mengajar orang tua bawa pengumpul barang
Bekas berhasil mendapat pelajaran anaknya
Jadi sarjana teknik pandai mesin kekayaan
Keterangan keyakinan tidak terlihat dibuku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan