Mohon tunggu...
Rinrin Novi Ristianti
Rinrin Novi Ristianti Mohon Tunggu... Aku adalah aku

Pencinta ketinggian, pengagum senja, pencandu literasi penikmat secangkir kopiūüŹěÔłŹūüĆáūüďĖ‚ėē

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen: Kuserahkan Semuanya Padamu

10 Juli 2020   21:13 Diperbarui: 10 Juli 2020   21:38 94 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cerpen: Kuserahkan Semuanya Padamu
Pic by @permanagi

              Rasa cinta membuatku lupa akan segala hal, rasa cinta membuatku menjadi bodoh namun rasa cinta pula  yang membuatku berada di titik saat ini. Aku yakin kamu membaca ini dan aku tau kamu tau kisah ini ku tulis sebagai pengingat sosok dirimu yang terus aku bayangkan akan menemani setiap detik dalam hari ku. Menemani ku sampai kulit ini keriput dan rambut ini menjadi putih. Jujur aku ingin kamu yang menjadi ayah dari anak-anakku, menjadi imam yang kan membawa ku kembali pada-Nya.

              Sosok mu yang mudah membuat orang jatuh cinta akan tutur mu, senyum mu, kecerdesaan mu dan yang paling membuat orang semakin mengagumi mu adalah kamu tak pernah melihat seseorang sebelah mata. Namun bagiku sangat  sulit untuk mencintaimu, butuh waktu lama sampai aku  benar-benar mencintaimu dan sampai membuatku ambisius memiliki mu seutuhnya.  Namun beriringan waktu rasa cinta itu membuat aku sakit, karena rasa cinta itu  cinta terlarang.

               "Bel lu mau sampai kapan sih kaya gini mulu! Gak ada perubahan banget  lu hidup! ".  Kata Cemal yang baru sampai gerbang rumahku.

                " Gua kaya gini sampai negara apa menyerang! ".

                " Bella. Please deh hidup lu di dunia ini singkat terus masa muda lu juga gak akan ke ulang lagi.... ".  Belum beres Cemal menyampaikan wejangannya aku sudah menimpalnya dengan berbagai argumen yang bagiku benar pada saat itu.

                "Cemal sayang,  karena masa muda gak bisa di ulang makannya mesti di nikmati. Gak masalah kali kalau sesekali pergi ke club, bolos kuliah, ngerokok, it`s not bad! ".

" Serah lu lah Bel!. Lu udah gede ini tau mana yang bener dan salah! ". Katanya dengan nada yang terdengar marah.

              Jujur saja kalimat itu yang  paling  aku takuti dari seorang Cermal Purnama Jaya, seorang teman mas kecil ku yang kini membuatku jatuh hati padanya. Mungkin sedikit gila aku mencintai sahabatku sendiri, memang benar kata orang kalau wanita dan pria  itu tak bisa menjalin sebuah pertemanan. Namun rasa cintaku yang timbul ini selalu  ku menyalahkan Cemal, karena bagiku perhatian Cemal lebih dari seorang teman dan hal itu yang membuatku akhirnya luluh padanya.

              Dengan beriringan waktu aku semakin bertambah baik, yang tadinya sering keluar malam kini jam malam ku tak lebih dari jam sembilan. Yang tadinya aku sering kali tertidur di kelas  bahkan bolos kuliah kini aku semakin rajin kuliah bahkan selalu menyelesaikan tugas dengan cepat. Banyak perubahan yang terjadi pada diriku setelah aku menuruti wejangan dari Cemal. Aku pun merasa heran kenapa mesti manusia satu itu yang selalu aku dengar. Jujur aku paling takut dia marah  dan bodohnya aku selalu menuruti perkataannya. Tapi apa yang ia katakan tak pernah menjerumuskan pada keburukan.

              Setiap harinya aku selalu saja bersama Cemal entah itu membahas bencana alam, kebakaran hutan, buku baru penulis favorit kita atau kita sekedar  menceritakan kehidupan masing-masing. Aku sering kali menangis di depannya dan ia pun demikian. Tak pernah aku bermimpi rasa yang awalnya hanya sebatas teman berubah menjadi cinta. Namun salah satu  yang ku sadari dari mencintainya, aku siapa?. Aku tak pernah dan tak akan jadi yang terbaik untuknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x