Mohon tunggu...
Suripman
Suripman Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Rakyat biasa, yang mencoba melihat kehidupan bangsa dari sebuah sudut negeri tercinta. Tanpa prasangka, tanpa memihak, mengalir apa adanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Takjub yang Terkatub

23 November 2018   12:15 Diperbarui: 23 November 2018   12:50 0 2 0 Mohon Tunggu...
Takjub yang Terkatub
www.wallpapermania.eu

pernah kusimpan warna-warna

pada daun, bunga dan pelangi

lalu ku coba melukismu di dada

pernah pula kupinjam nada-nada

dari pantai, rimba dan ngarai

kujadikan kidung asmara

lalu kucari kata-kata

ke dasar terdalam lubuk nurani

syair-syair cinta kurangkai dengan jiwa

duhai dinda, habis sudah ini upaya

makin mencoba, makin pula sia-sia

s'bab dikau adalah mantera, karena dirimu terlampau indah.


Jakarta, 23 November 2018

KONTEN MENARIK LAINNYA
x