Mohon tunggu...
Rina Sutomo
Rina Sutomo Mohon Tunggu... Berfantasi ^^ -

Hening dan Bahagia menyatu dalam buncahan abjad untuk ditorehkan sebagai "MAKNA"

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen - Utsunomiya Line

21 November 2016   23:50 Diperbarui: 22 November 2016   00:15 171
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Aku bilang aku akan beristirahat sejenak. Nanti aku akan menggendongmu kembali.”

“Tapi Senpai aku berat, kan?”

“Kamu marah?” Lelaki itu tertawa sambil membaringkan tubuhnya di atas rumput yang menghijau dengan kedua tangannya sebagai bantal. Aku melihat ke sekeliling, rerumputan yang tertiup angin, air yang mengalir, pohon yang rindang, dan suara lelaki itu yang membuatku gusar.

“Duduklah, atau aku akan terus memandangi celana dalammu.”

Rasanya wajahku memerah tertampar kalimatnya. Aku segera duduk sambil menyembunyikan rasa malu. Sejak saat itulah aku mengenal Aito-senpai dengan baik. Sebagai senior yang menolongku aku sangat menyukainya semenjak hari itu. Itu juga menjadi alasan mengapa aku bersedia menjadi manajer tim bola basket sekolah kami saat Kumamoto-senpai memintaku, Aito-senpai juga bermain di sana adalah alasan utama, sementara sang kapten Kumamoto-senpai selalu membantuku untuk beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan tim itu.

Siang ini aku telah sampai di Iwafune, aku langkahkan kakiku melewati jalanan kecil menuju sebuah tempat dimana Aito-senpai pernah mengatakan ‘suka’ padaku. Sembilan tahun lalu tepatnya satu tahun sebelum ia lulus dari sekolah menengah kami, dihari ulang tahunku yang ketujuh belas.

Aku telah mempersiapkan diri dengan baik untuk hari ini, jika itu tentang ajakan bertunangan, bahkan pernikahan jika saja mungkin. Kupercepat langkahku hingga aku tiba di sebuah restoran lama yang bangunannya sama sekali tidak berubah.

“Yumiko! Disini!”

Dengan mudah ia mengenaliku setelah perpisahan selama itu. AC tak mampu mendinginkanku disaat seperti itu. Aku sedikit salah tingkah namun aku berusaha menjaganya.

“Yumiko, banyak hal yang harus aku katakan padamu. Dan ini semua tentang keputusanmu.”

“Kurasa Senpai sangat dewasa sekarang.”

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun