Mohon tunggu...
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian)
Indrian Safka Fauzi (Aa Rian) Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Pemuda asal Cimahi, Jawa Barat kelahiran 1 Mei 1994 yang dikelilingi Orang-Orang Hebat dan Luar Biasa. Sang pemerhati abadi. Penuh perjuangan dan kebahagiaan tiada batas. Sang Pemimpin di Masa Mendatang.

🌏 Akun Kedua yang Concern Humaniora (Sembari Menggali Hikmah dalam Al-Qur'an/Ajaran Islam) juga Sesekali Fiksiana, Lyfe dan Vox Pop 🌏 Berbagi Tulisan sarat Manfaat 🌏 Senang disapa Aa Rian oleh Keluarga Besar, Para Guru, Sahabat dan Kerabat 🌏 Visioner 🌏 Kritikus juga Solutif 🌏 Gamers 🌏 Sedang dalam kondisi Uzlah dan Tirakat 🌏 Pengetahuanku untuk Dirimu 🌏 Kekuatan Kata Dapat Merubah Dunia, Namun Kekuatan Terbesarmu adalah Merubah Karaktermu menjadi Luar Biasa 🌏 Seorang pemuda single belum pernah berpacaran yang mendambakan kehadiran Gadis Muslimah Salihah berhijab cantik dan mulia luar dalam 🌏 Bertekad Penuh dalam Menulis Sepenuh Hati Jiwa Raga untuk Kemajuan Peradaban 🌏 Link Akun Pertama: https://www.kompasiana.com/integrityrian 🌏 Surel: indsafka@gmail.com 🌏

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi Makna: Sungguh Aku Melihat Kebaikan Pada Dirimu yang Kuat

1 Desember 2022   06:00 Diperbarui: 1 Desember 2022   06:05 232
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak peduli apa kata orang banyak.
Tak peduli ucap dan pengaruh beliau semua.
Dimataku engkau adalah pelita.
Mutiara terpendam yang paling rahasia.
Sungguh kebaikan dirimu itu bersinar.

Walau hujat benci menyerta pada engkau yang hebat.
Kau tak pedulikan caci maki dan umpat menyerta.
Sungguh aku kagum pada diri engkau yang mulia.
Tiada dusta ucap dan tulis pada rekam jejak.
Sungguh aku melihat kebaikan pada dirimu yang kuat.

Jika dunia dipenuhi orang-orang yang selalu memandang.
Dengan pandangan buruk terhadap sesamanya.
Maka dunia kelak gersang dan penuh amarah durjana.
Konflik karena selalu berperangai melihat keburukan saudaranya.
Apakah itu dunia yang kita elu dan citakan selamanya?

Namun jika seluruh dunia dipenuhi orang yang memandang.
Dengan pandangan penuh kebaikan pada saudaranya.
Maka sungguh terjagalah kedamaian dunia.
Tiada benci dan dusta diantara kita.
Semua bahagia dan sentosa.

Nb: Sesama Manusia adalah cermin bagi sesamanya.

Tertanda.
Rian (Indrian Safka Fauzi)
Cimahi, 1 Desember 2022.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun