Mohon tunggu...
Ratu Fredella
Ratu Fredella Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Halo! Aku Rara, mahasiswa fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan tahun 2021.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Self Diagnose: Bahaya atau Tidak?

27 September 2021   08:55 Diperbarui: 27 September 2021   09:20 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: suaramahasiswa.info

Biasanya beberapa penyakit memiliki gejala yang sama satu sama lain, tetapi belum tentu itu penyakitnya.

  • Kurang objektif melihat diri

Terkadang seseorang melihat dirinya secara berlebihan dan juga sebaliknya.

  • Menyakiti orang yang memiliki diagnosis tersebut

Contohnya adalah apabila seseorang mendiagnosis dirinya sedang terkena depresi, dan seseorang yang sudah jelas terkena depresi dan sudah mengerti bagaimana depresi yang sebernarnya, mendengar cerita dari seseorang yang mendiagnosis mandiri ini akan sakit hati.

  • Miss-diagnosis

Dengan diagnosis mandiri yang salah pun dapat menyebabkan gejala penyakit lain yang sebenarnya dialami menjadi ter-abaikan. Dampak dari diagnosis mandiri, indikasi penyakit medis salah diagnosis menjadi penyakit mental begitupula sebaliknya.

  • Terlambat mencari pertolongan

Diakibatkan terlalu percaya dengan hasil dari diagnosis sendiri dan melakukan pengobatan sendiri tanpa tenaga ahli.

  • Kepercayaan terhadap tenaga profesional berkurang

Semakin banyaknya 'kata orang yang sudah pernah mengalami,...', 'menurut internet...', atau sebagainya, dapat membuat kepercayaan terhadap tenaga profesional berkurang.

Seperti yang kita ketahui, bahwa untuk menduga suatu penyakit diperlukan pemeriksaan berkali-kali untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Lalu solusi yang tepat untuk menghindari adanya diagnosis mandiri yang tidak tepat adalah,

  • Mempercayakan semuanya kepada pihak profesional

Dari hasil sebuah penelitian, disimpulkan bahwa seseorang yang telah mendiagnosis dirinya sendiri perlu diedukasi dengan cara berdiskusi satu sama lain agar yakin terhadap diagnosis yang diberikan kepadanya. 

Selain itu, sangat dianjurkan untuk kita selalu menyaring informasi kesehatan yang didapatkan dari internet, jangan digeneralisasikan. Informasi yang didapat sebaiknya ditanyakan atau dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan profesional.

  • Lebih bijak dan kritis terhadap referensi di internet

Kita tidak boleh menelan mentah informasi kesehatan terutama penyakit yang berkaitan dengan keluhannya. Sangat penting bagi mereka untuk mengetahui bahwa laman penyedia informasi dapat dipercaya  atau tidak. Semakin mudahnya untuk kita mengakses informasi yang banyak melalui internet, alangkah baiknya untuk selalu bijak dan hati-hati dalam memanfaatkan kemudahan itu.

  • Sadari gejala yang ada alih-alih mendiagnosis sendiri

Apabila menemukan sebuah gejala yang sama dengan yang dirasakan, diharapkan untuk segera berkonsultasi kepada pihak yang lebih profesional dan hindari diagnosis mandiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun