Mohon tunggu...
Andri Mastiyanto
Andri Mastiyanto Mohon Tunggu... Abdi Negara

Penyuluh KesMas,admin Coin Pendidikan (Coin A Chance) RSKO Jakarta, Nominator tunggal Best Member Backpacker Jakarta 2014, Nominator Inspiratif Member 2016, kaskuser, content creator

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Darurat Regenerasi Petani, Sadarkah Pemerintah Kita?

27 April 2019   09:11 Diperbarui: 27 April 2019   09:16 0 5 3 Mohon Tunggu...
Darurat Regenerasi Petani, Sadarkah Pemerintah Kita?
Deskripsi : Jumlah Petani mengalami penurunan tiap tahun, solusi regenerasi harus diperhatikan I Sumber Foto : pixabay

"Petani adalah Kaki Bangsa"- Bung Karno

Ibu ku bercerita, di tempat nya dibesarkan desa Pare banyak buruh tani dibayar untuk nandur (menanam) padi ke desa lainnya, bahkan sampai satu kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa tengah. Mereka merupakan para buruh tani paruh baya, bahkan ada yang umurnya menjelang manula. Ia menceritakan itu, 26 April 2019 di rumah ku yang berada di Cikeas udik, Bogor, Jawa Barat.

Anak-anak muda dari desa Pare dan kecamatan Wonosari saat ini terlihat enggan menjadi petani, mereka lebih memilih berkerja di dunia industri atau minimarket. Itu pun juga yang saya lihat pada keluarga pakde yang tinggal di Bolali, Klaten, Jawa Tengah. 

Dari keenam anak Pakde saat ini tidak ada yang menjadi petani. Padahal pada saat mereka usia sekolah, keenam anaknya ini membantu pakde ke sawah merawat padi yang mereka tanam. 

Tidak hanya keluarga pakde, Kakak ku 'Satria' yang sudah almarhum merupakan lulusan fakultas pertanian. Dirinya sampai akhir hayatnya tahun 2016 tidak pernah mengabdikan diri di dunia pertanian. Alasannya bahwa menjadi petani belum memberikan jaminan kehidupan yang layak. 

Ia ingin mendapatkan pekerjaan yang baik dan memperbaiki taraf hidup. Kakak ku sampai dirinya dipanggil Sang Pencipta berprofesi sebagai senior produser news salah-satu televisi swasta nasional.

Apa yang dilakukan oleh almarhum kakak ku mungkin juga dilakukan oleh lulusan pertanian lainnya. Ada sebuah guyonan yang pernah saya dengar, bahwa IPB itu bukan singkatan Institut Pertanian Bogor tetapi Institut Perbankan Bogor. 

Presiden Joko Widodo pun pernah menyampaikan bahwa banyaknya sarjana pertanian yang bekerja di sektor perbankan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis IPB ke-54 di Kampus IPB, Bogor, Rabu (6/9/2017). Ucapan Presiden RI itu tidak dibantah oleh Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa saat itu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2018 di angka 5,34 persen, membaik dibandingkan tahun lalu sebesar 5,5 persen. Meski secara nasional menurun, tingkat pengangguran di desa justru meningkat. 

Tingkat pengangguran yang terjadi di desa, BPS mencatat agustus 2018 di angka 4,04 persen atau naik dari posisi yang sama tahun lalu 4,01 persen. Kenaikan tingkat pengangguran di desa meningkat lantaran jumlah pekerja sektor pertanian yang juga menyusut. Sadarkah pemerintah kita ?

_

Apakah Menjadi Petani Idintik dengan Tingkat Kesejahteraan yang Rendah ?

Pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian 2019, dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta pada tanggal 14 Januari 2019 yang dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ada sebuah data yang tekuak. Tingkat inflasi pada periode 2014-2017, inflasi pangan dari sektor pertanian mengalami penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 88,1 persen, yakni dari 10,57 persen menjadi 1,57 persen. 

Deskripsi : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka Rakernas Kementan RI 2019 I Sumber Foto : Antara News
Deskripsi : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat membuka Rakernas Kementan RI 2019 I Sumber Foto : Antara News

Kenaikan nilai ekspor pertanian sepanjang 2016-2018, yang semula sebesar Rp 384,9 triliun pada tahun 2016, naik 29,7 persen menjadi Rp 499,3 triliun pada tahun 2018. Sementara impor sejumlah komoditas seperti beras umum, bawang merah dan cabai segar turun hingga 100 persen. 

Tidak hanya itu saja, kenaikan juga pada investasi di sektor pertanian periode 2013-2018 yakni sebesar 110,2 persen dengan nilai total Rp 270,1 triliun. Hasilnya, nilai investasi pertanian pada 2018 mencapai Rp 61,6 triliun berbanding Rp 29,3 triliun pada 2013.  Hal ini, sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo untuk mendorong ekspor dan investasi. 

jadi apakah menjadi petani identik tingkat kesejahteraan yang rendah ?

Berdasarkan data BPS, capaian Produk Domestik Bruto (PDB) Pertanian terus mengalami kenaikan sejak 2013 sebesar Rp 900 triliun hingga 2018 menjadi Rp 1.460 triliun. Kenaikan PDB Pertanian ini cukup membanggakan, Indonesia kini menduduki peringkat kelima di dunia dari 224 negara.

Capaian sektor pertanian selama 4,5 pemerintahan Jokowi-JK sangat dirasakan petani dari pertumbuhan ekonomi nasional yang positif. Yakni total ekspor komoditas pertanian naik 29 persen nilainya mencapai Rp 1.300 triliun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3