Rahab Ganendra
Rahab Ganendra Jakarta Worker

BEST IN FICTION Kompasiana 2014 - Fiksianer "hujan ingkar datang, tlah lama matahari karam di pelupuk mata di bayang gelap raksasa pohon asmara kala hari tercatat di penanggalan tua berguguran kering kupu-kupu muda bernisan rasa ..."

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Kelana Jiwa Sebatang Kara

9 Oktober 2013   00:02 Diperbarui: 24 Juni 2015   06:48 673 17 32
Kelana Jiwa Sebatang Kara
13812515661527587404

bisik berdesir taman suci koloni pasir bait peluh kudus kering para musafir gerah pada jemari canting nan sabar mengukir menoreh kerumun ubun ubun hanyut lirih khidmat berdzikir hirau mantra dahaga merekah di karat garis bibir

duhai para insan naas besutan jiwa jiwa yang meranggas mengais kerontang pundi pundi serakah buas melahap cecar nafsu selendang untai pustun paras terbahak atas merah marun darah airmata nirmala ayu nimas berbangga pada buntal sebongkah kalbu jiwa nista sang perampas

jiwa kelana kemana kau bawa kusut lelah sebatang kara beringsut kisut di lorong dimensi nur cahaya garing legam ditempa terik kasih perkasa sang bagaskara gundah gulana terasing di keriput punuk laskar onta resah hampa kontaminasi bejat nafas buana

masihkah sadar asa? yang tak lesap di telan batas cakrawala yang tak sesat arah karam disapu badai pasir sahara yang tak sirna hilang dihunjam tamparan telapak sang surya yang tak rapuh tanpa buaian cinta dewi hujan dalam rinai rintiknya

adalah disana nirwana sesungguhnya pada kalender awal baru mulia saat jiwa kembara di garis akhir finishnya rengkuh intan mutu manikam di kabut pasir maya sebelum lenyap mangkat disisir dahaga bayu gurun semesta

*

RG 09102013 00:01

Sumber foto: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200392405474256&set=pb.1279146049.-2207520000.1380101394.&type=3&permPage=1