Mohon tunggu...
Putri Apriani
Putri Apriani Mohon Tunggu... Freelancer - Fiksianer yang Hobi Makan

@poetri_apriani | poetriapriani.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Jazz dan Sepenggal Lirik untuk Are

8 Maret 2020   14:12 Diperbarui: 8 Maret 2020   14:13 258
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: wallsheaven.com

Eve hanya mengangguk. Kemudian menyesap secangkir lemon tea hangat yang kini sudah mendingin. Natt? Siapa Natt yang dipanggil sayang itu? Are nggak pernah cerita apapun soal Natt. Eve hanya bisa menerka-nerka. 

Seorang perempuan cantik berambut bob sebahu, berkulit cokelat eksotis, dan berwajah khas Indonesia itu kini tengah menggandeng tangan Are. Are juga tampak nyaman ketika tangannya berada di dalam genggaman wanita itu. Wanita yang tampak lebih muda lima tahun dari Eve itu terlihat tak banyak tingkah dan berkelas ketika mereka bertiga terlibat dalam suatu percakapan. Are dan Natt, mereka berdua emang serasi sih, sementara gue? Perasaan Eve mulai bergejolak. 

Eve memutuskan untuk segera pulang, perasaannya mendadak tak nyaman. Are juga tak keberatan dan tampak menikmati lagu-lagu yang masih mengalun pada pagelaran Jazz tersebut. Dan kini, ada Natt yang menemani Are. 

Let me go home
I've had my run
Baby, I'm done
I gotta go home
(Michael Buble - Home) 

***

Eve kehilangan. Radar Are semakin menjauh. 

Enam bulan berlalu. Aktifitas Eve masih sama. Merindukan Are yang jelas-jelas hatinya tak bisa dimiliki. Stalking Twitter dan Instagram Are pun jadi hobi yang menyenangkan, walau hal itu seperti "bunuh diri" karena bisa saja hal yang paling menyakitkan datang tanpa terduga. Foto Are dan Natt memakai cincin pertunangan atau pernikahan - misalnya. Tapi sejauh ini masih terlihat aman, hanya foto-foto estetik - tanpa wajah - yang jadi andalan Are, yang menghiasi feed di Instagramnya.

Eve tersadar, rindu-rindu yang hanya ia kirimkan melalui udara tak akan mampu membuat Are kembali padanya. Entahlah. 

I hope you come back to me
My minds running out with you faraway
I still think of you a hundred times a day
(Honne feat Georgia - Location Unknown) 

Monolog Kafe. Menjelang matahari menenggelamkan tubuhnya. Eve merapikan lembaran-lembaran portofolio desain grafis dan beberapa artikel yang sudah ia print beberapa jam yang lalu di kantornya. Hari ini Ia akan bertemu klien yang mengaku tertarik melihat hasil desain-desain Eve di sosial media. Kabarnya klien tersebut tengah membutuhkan seorang content creator untuk mengisi website dan sosial media pada bisnis kuliner yang baru dirintisnya.

Sudah lebih dari lima belas menit Eve menunggu, sementara sang klien pun belum datang juga. Segelas fresh milk sudah habis Ia minum. Namun Ia masih merasa haus, dan akhirnya memutuskan untuk memesannya kembali. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun