Mohon tunggu...
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR Mohon Tunggu... Profesional Development - Sokrates - Binus Creates

Bekerja di Profesional Development - Sokrates - Binus Creates dan juga sebagai trainer dalam dunia pendidikan khususnya dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Penerapan 4 C's dalam Pembelajaran

30 Juli 2019   11:05 Diperbarui: 30 Juli 2019   13:11 4037 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penerapan 4 C's dalam Pembelajaran
Dokumen pribadi

Dalam pembelajaran Abad 21 ada skill yang harus dikuasai oleh siswa dalam setiap proses pembelajaran yang mereka lakukan dan hal tersebut akan mereka butuhkan di masa depan mereka. Critical thinking, Communication, collaboration and Creativity merupakan skill yang perlu dimiliki oleh peserta didik dalam mempersiapkan diri meraka dalam menghadapi masa depan yang akan penuh dengan dinamika.

Keempat skill/keterampilan tersebut juga diterapkan dalam pendidikan nasional kita, walaupun masih banyak kendala yang dihadapi oleh para pendidik namun setidaknya hal tersebut merupakan satu langkah positif khususnya dalam meningkatkan pola pikir dari masyarakat kita. Penerapan 4 C's dalam proses pembelajaran dapat kita lakukan sebagai berikut :

1. Critical thinking (Berpikir kritis) adalah melihat masalah dengan cara baru dan menghubungkan pembelajaran lintas mata pelajaran dan disiplin ilmu. Pemikiran kristis sudah merupakan kebutuhan peradaban maupun profesi di saat ini maupun dimasa yang datang sehingga pola pikir masyarakat kita di masa depan juga dapat berubah menjadi lebih baik. 

Dalam proses pembelajaran dapat kita latih dengan berbagai cara tergantung bagaimana pendidik mendesain instruksionalnya. Misalkan, Guru menunjukkan 4 gambar benda yang mendukung mereka untuk belajar, minta siswa untuk memilih salah satu gambar dan kemukakan alasannya sedetail mungkin. Cara lain, dengan membuat soal yang jawabannya lebih dari satu jawaban yang benar sehingga siswa terbiasa memberikan jawaban dari perspektif yang berbeda. 

Hal ini secara tidak langsung akan membentuk pola pikir peserta didik untuk berpikir kristis dengan memandang sebuah jawaban dari perspektif yang berbeda dan bukan seperti pendidikan kita selama ini yang hanya diminta memilih satu jawaban yang benar, dimana pada akhirnya jika ada pendapat orang lain yang berbeda dianggap kesalahan padahal setiap manusia memiliki persfektif yang berbeda dalam melihat sesuatu hal. 

Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk mendidik peserta didik kita berpikir kritis, tergantung sejauh mana Guru untuk mengembangkan sesuai dengan materi ajarnya.

2. Communication (Komunikasi) dalam hal ini berkaitan dengan berbagi pemikiran, penyampaian ide, pertanyaan, dan Solusi. Di zaman teknologi canggih saat ini membuat komunikasi jauh lebih mudah, banyak cara yang dapat kita lakukan untuk berkomunikasi dengan orang lain tetapi kita juga tidak boleh untuk mengesampingkan komunikasi secara langsung dengan tidak melibatkan teknologi. 

Komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran karena tidak ada cara menyelesaikan masalah di kelas tanpa komunikasi yang efektif. 

Untuk menerapkan hal dapat kita lakukan dengan lebih sering memberikan pertanyaan kepada siswa, motivasi siswa untuk mampu menyampaikan pendapat atau opini yang ada dalam benaknya melalui forum diskusi (kerja kelompok) ataupun presentasi. Jika ingin menggunakan teknologi, pilihkan teknologi yang paling tepat dan nyaman untuk Guru dan siswa gunakan untuk diskusi seperi Sli.do ataupun mentimeter.  

3. Collaboration (Kolaborasi) adalah tentang bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan menempatkan bakat, keahlian, dan kecerdasan untuk bekerja. Di zaman abad 21, kolaborasi menjadi hal penting, hal ini kita dapat lihat dari perkembangan dunia bisnis teknologi saat ini dimana hal yang utama adalah kolaborasi antara dua atau tiga pihak, seperti bisnis transportasi online, toko online dan berbagai bisnis lain yang semuanya menempatkan kolaborasi sebagai satu hal yang utama untuk menjalankan roda bisnis dan hal itu yang akan dihadapi oleh peserta didik kita di masa depannya.  

Melihat hal tersebut, kita harus mempersiapkan peserta didik kita dalam menghadapi hal tersebut karena profesi mereka dimasa yang akan datang tidak akan lepas dari sebuah kolaborasi. Kolaborasi di dalam proses pembelajaran, dapat kita mulai dengan menggunakan metode pembelajaran project base learning. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN