Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Gara-gara Nonton Pembukaan PON

3 Oktober 2021   20:32 Diperbarui: 3 Oktober 2021   20:47 540
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Napas Ajeng mulai tidak beraturan. "Udah jawab apa adanya saja."

"Ehm, awalnya aku juga punya pikiran kayak gitu."

"Terus, terus ...?"

"Beberapa hari lalu, aku tidak sengaja mencuri dengar bapak ngobrol dengan teman-teman dari bagian logistik di kantin. Kan memang banyak tuh yang tanya apa resepnya kok jadi agak kurusan, dan mulai rajin olahraga gitu. Mm... sepertinya bapak ini terinspirasi dari Pak Jokowi, Mbak."

"Haah? Pak Jokowi?" Ajeng mengernyitkan kening.

"Iya. Katanya masak Pak Jokowi yang sudah punya cucu dua saja, masih lincah lari dan kocek bola kesana kemari. Sedangkan bapak, di umur segini, lari 10, 20 meter saja sudah ngos-ngosan. Padahal Pak Jokowi kurang sibuk apa sebagai presiden, masa kita-kita bisa kalah! Kurang lebih begitu percakapan mereka, Mbak."

Ajeng pun mengangguk-angguk kecil. Dia teringat sepotong adegan pada pembukaan PON sebulan yang lalu. Wajahnya pun terlihat lebih lega.

"Kamu tuh, Ra. Gitu aja kok bingung. Aku tadi sampai agak panik gimana gara-gara kamu jawab gitu."

Suara tawa Tamara bergema di telinga Ajeng. "Sengaja, Mbak, mau godain Mbak Ajeng. Hihi. Masa iya sih, Mbak sampai kepikiran sejauh itu? Pak Henry itu suami setia loh. Di kantor itu bapak sering sekali muji Mbak Ajeng. Apa-apa Mbak Ajeng."

"Ah, masak sih?" hidung Ajeng kempang kempis karena tersipu-sipu.

"Bener, Mbak."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun