Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Penulis - Menulis untuk Perubahan

Saya lahir di Ohe, Sikka, Flores, NTT dan besar di Merauke, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD-SMA di Merauke. Kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Saat ini, bergabung bersama JERAT dalam penelitian masyarakat hukum adat di kabupaten Keerom, provinsi Papua.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dukacita di Lapangan Hijau

2 Oktober 2022   09:38 Diperbarui: 2 Oktober 2022   14:37 91 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Si bundar di lapangan hijau

Meliuk kian kemari di kaki-kaki terlatih

Riuh sorak-sorai memenuhi stadion nan megah

Menghibur sejuta mata yang memandang

Sepak bola tak sekedar olah raga

Sepak bola tak sekedar bisnis

Sepak bola merajut kemanusiaan universal

Sepak bola menghadirkan damai dan sukacita

Semua impian itu seolah sirna seketika

Satu Oktober dua ribu dua puluh dua

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan