Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Penulis - Menulis untuk Perubahan

Musafir di rumah bumi Papua

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Meneropong 4 SD Penggerak/Percontohan di Distrik Asmat

29 Agustus 2017   17:58 Diperbarui: 29 Agustus 2017   20:56 1320
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Agats merupakan ibu kota Kabupaten Asmat. Kota Agats, terletak di Distrik Agats. Saat ini, Distrik Agats dipimpin oleh Kepala Distrik, putra asli Asmat dari kampung Uwus, Nikolaus Tari. Distrik Agats terdiri atas 12 kampung yang terletak di tiga wilayah berbeda yaitu di kota Agats (Kampung Bis Agats, Mbait, Syuru, Asuwet dan Kaye), Ewer (kampung Bismam dan Saw) serta di pesisir pantai (kampung Yepem,  Peer, Uwus, Bouw dan Beriten).

Di Distrik Agats terdapat 1 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang terletak di kota Agats. Di samping itu ada Puskesmas Pembantu (Pustu) di Ewer dan di setiap kampung ada Poliklinik Desa (Polindes). Di Polindes ini ada kader kesehatan kampung.

Di Distrik Agats juga terdapat 10 Sekolah Dasar (SD), yaitu di dalam kota Agats 5 SD (SD Inpres Syuru, SD YPPK Salib Suci, SD YPPGI, SD Darussalam dan SD Inpres Mbait), di Ewer ada SD YPPK St. Don Bosco dan di daerah pesisir pantai SD YPPK Yepem, SD Inpres Peer, SD Inpres Uwus dan SD Inpres Beriten. Dari 10 SD ini, 6 SD dalam kondisi terpuruk yaitu SD Inpres Mbait, SD YPPK St. Don Bosco di Ewer dan di daerah pesisir pantai SD YPPK Yepem, SD Inpres Peer, SD Inpres Uwus dan SD Inpres Beriten.

Sejak bulan Maret 2017, Landasan Papua masuk ke Asmat dan melakukan pendampingan di kampung, sekolah dasar, Puskesmas dan penanggulangan HIV-AIDS. Khusus untuk sekolah dasar, berdasarkan assessment awal, kondisi 9 SD belum menerapkan sistem pembelajaran berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Hanya ada 1 SD yang menerapkan manajemen kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen proses pembelajaran berdasarkan SNP yaitu SD Darussalam. Situasi ini sangat memprihatinkan karena Distrik Agats merupakan pusat ibu kota Kabupaten Asmat. Apabila pendidikan di Agats saja tidak tertata dengan baik, bagaimana dengan pendidikan sekolah dasar di daerah pedalaman Asmat?

Landasan Papua hadir dengan jargon pendidikan, "Ini Papua Pu Pendidikan" bergerak cepat. Pada akhir Mei 2017, dilakukan pelatihan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk 10 SD di Distrik Agats. Hasil SPM memperlihatkan bahwa 10 SD ini belum memenuhi SPM. Masih banyak hal yang perlu dibenahi seperti ruang belajar, alat peraga, buku guru, buku siswa dan lain sebagainya.

Kehadiran Landasan Papua di Asmat, khususnya di Distrik Agats merupakan kesempatan emas bagi 5 SD di kota Agats yang akan mengikuti akreditasi sekolah. Landasan Papua memberikan pembekalan khusus persiapan akreditasi sekolah. Usai mengikuti pelatihan yang digelar oleh Landasan Papua, 5 SD di kota Agats berbenah, kecuali SD Inpres Mbait yang hingga kini belum mempersiapkan diri mengikuti akreditasi sekolah. Proses pendampingan ke sekolah dasar di Distrik Agats dilakukan intensif oleh staf Landasan Papua Asmat.

Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan Landasan Papua membuahkan hasil. SD Inpres Syuru langsung membentuk komite sekolah pada saat penerimaan raport kenaikan kelas. SD ini juga menata Perpustakaan, membangun WC siswa, membangun papan nama sekolah dan visi misi serta melakukan pengecatan sekolah.

Kepala Sekolah SD Inpres Syuru, Abraham, membentuk tim 8 standar akreditasi sekolah. Kini, tim tersebut bekerja keras membenahi dokumen sekolah yang dibutuhkan untuk proses akreditasi.

Pekerja taman sedang membenahi taman bunga di SD YPPK Salib Suci Agats, 8 Agustus 2017. Dok.Piter.
Pekerja taman sedang membenahi taman bunga di SD YPPK Salib Suci Agats, 8 Agustus 2017. Dok.Piter.
Pembenahan sekolah dasar juga dilakukan oleh SD YPPK Salib Suci, Agats. Kepala Sekolah SD YPPK Salib Suci, Agats, Fransiskus Heatubun menjelaskan bahwa dirinya bertekad membenahi sekolah ini agar menjadi rujukan bagi sekolah dasar lainnya. Ia membentuk tim 8 standar akreditasi dan mengawasi langsung perbaikan fisik sekolah: taman kelas, kantin, Perpustakaan, WC, ruang doa dan sebagainya.

Di pusat kota Agats, ada SD YPPGI. Sekolah dasar ini merupakan salah satu SD tertua di tanah Asmat. Sekolah ini pun berbenah. Usai pelatihan SPM dan MBS bersama Landasan Papua, sekolah ini membenahi Perpustakaan dan memasang poster berisi visi misi sekolah. Kini, para siswa bisa menikmati buku-buku bacaan di Perpustakaan.

Sementara itu, SD Darussalam pun berbenah menyongsong akreditasi sekolah. Dari sisi pengelolaan, sekolah ini sudah menerapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Di sekolah ini ada kantin, rumah ibadah, ruang guru dan kepala sekolah yang tertata rapi. Selain itu, di ruang kelas juga tampak hasil karya siswa yang di pajang di dinding.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun