Mohon tunggu...
Ihsan Iskandar
Ihsan Iskandar Mohon Tunggu... Freelancer - Seorang penulis yang tertarik akan politik, seni sastra, dan psikologi

Tiap tulisan tercipta bukan tanpa alasan dan tanpa tujuan. memahami maka tiap kata, untuk mencapai sebuah kebenaran.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Diselingkuhi Suami Lebih dari 20 Kali, tetapi Istri Tetap Tidak Ingin Bercerai? Berikut 5 Alasan dan Penjelasannya!

19 Februari 2020   17:25 Diperbarui: 19 Februari 2020   17:33 267
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam buku Allan pease dan Barbara pease yang berjudul "Mengapa pria tidak bisa mendengarkan dan wanita tidak membaca peta", Pria memilki ruang dipertengahan otak yang didominasi oleh Sex. Maka Pria memang memiliki kecendrungan lebih terhadap hal tersebut lebih daripada wanita.

Namun Dalam kasus ini, Sang suami (Pelaku) memiliki kecendrungan lebih besar --dan tidak menahan diri terhadap hal tersebut. Bukan berarti sang istri tidak dapat melayani sang suami, tetapi karena karena sang suami ingin melakukan hal tersebut kepada orang lain mengindahkan rasa cintanya kepada sang istri. Terbukti dari banyaknya perselingkuhan yang terjadil. Hal ini termasuk kategori playboy atau Sex Addicted.

Setelah pendekatan secara subjektif, ternnyata ini adala beberapa faktor objektif yang mebuat sang istri enggan untuk menceraikan suaminya.

Ekonomi Sang Istri

Tidak dapat menafkahin dirinya dan sang anak jika bercerai merupakan salahg satu alasan terbesar dari sang istri. Karena Sang istri tidak berasal dari orang berada dan tidak memiliki pendapatan, ditakutkan dirinya tidak bisa menafkahi dirinya dan sang anak dan menjadi sangat bergantung kepada sang suami. Hal ini menjadi penguat bahwa istri dijaman sekarang harus memiliki pendapatan juga agak tidak terjadi ketergantungan.

Nasib anak

Nasib anak yang dimaksud disni adalah bagaimana tekanan dan masalah yang dihadapi nanak ketika terjadi penveraian. Tidak jarang anak hasil dari perceraian akan membuat anak diejek oleh temannya ataupun sekedar diketahui oleh teman lainnya. Bahkan anak bisa sampai berpindah sekolah karena hal ini.

Ketika perceraian terjadi, tentu anak akan mendapat kesan yang dari perceraian tersebut, dan melihat ibu dan bapaknya berpisah akan mempengaruhi bagaimana dirinya kedepan dan pandangannya terhadap anak.

Namun apakah berarti kita harus menahan rumah tangga yang menyakiti diri kita dan kian tidak bercerai? Perlu menjadi perimbangan, jika rumah tangga yang toxic seperti itu dipertahankan, jiwa ibu pasti akn tersampai ke anaknya, dan mau tidak maudalam keseharian, anak akan melihat ketidak harmonisan di rumah tangga.    

Referensi:

Dedy Susanto.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun