Mohon tunggu...
Pangeran Perang
Pangeran Perang Mohon Tunggu... Penulis - Akulah si penggembala pena menggoda dalam jiwa sayatan sang penulis syair di/ aksaranya

Pangeran perang, nama pena penulis kelahiran Indramayu, kini kembali menekuni hobi menulis nya. Banyak puisi yang ditulis tapi karyanya tidak pernah di publikasikan dengan alasan tidak perlu karyanya harus dikenal karena menulis puisi adalah hobi dan puisi tersebut hanya untuk dirinya sendiri dalam kisah perjalanan hidup yang dia rangkum menjadi sebuah syair dan puisi, namun karena banyaknya dorongan dari sahabatnya akhirnya dia mencoba untuk publikasikan karyanya dengan mengikuti event- event lomba tulis puisi. Penulis juga bisa di hubungi melalui akun media sosialnya yaitu Ig @pan6eranperan9, atau alamat email pan6eranperan9@gmail.com Fanspage : π•»π–Šπ–“π–Œπ–Œπ–Šπ–’π–‡π–†π–‘π–† π•»π–Šπ–“π–†

Selanjutnya

Tutup

Puisi

PUISI | RACUN DALAM MADU

29 Januari 2022   05:30 Diperbarui: 29 Januari 2022   22:44 381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

" RACUN DALAM MADU "

Oleh : Pangeran Perang

Mengiris akal lukai perasaan
Hati penat melihatmu berkata
Jangan utarakan cinta
Jika hanya menginginkan nafsu belaka

Fisik tampak apik memikat mata
Cinta apa yang kau maksud
Tiap saat bilang sanjung sayang
Ucap rindu kata setulus kalbu

Tapi semua itu bohong
Benar benar bohong
Simpan saja sumpah palsumu
Karna yang ku tau mencintai tak seperti itu
Meminta bukti dengan melihat tubuhku

Jangan jadikan cinta kiasan nafsu
Walau cinta buta ku tak akan butakan nuraniku
Kau hanya terpesona akan tubuhku
Bukan benar-benar mencintaiku
Kau adalah racun dalam madu cintaku

Karya yang sudah saya buat/bagikan disini sudah berlisensi jadi bilamana ada seseorang yang duplicate atau copas dengan mengganti nama penulisnya tolong beritahu kami dengan menghubungi IG atau email yang tersedia di biodata kami terimakasih

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun