Mohon tunggu...
Pandji Harsanto
Pandji Harsanto Mohon Tunggu... profesional -

Penulis Buku Make Your Own Plan!\r\nPerencana Keuangan Independen\r\n\r\nemail : pandji.harsanto@gmail.com\r\n\r\ntwitter : @pandjiharsanto\r\n\r\nwww.pandjiharsanto.com\r\n

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Merencanakan Dana Pensiun di Usia Muda

12 Juni 2012   16:00 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:03 5783
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketika Pensiun Tiba… Saatnya bersenang – senang! Usia kepala dua sudah mikirin dana pensiun? Ngapain amat. Kita, kan, belum niat berhenti kerja! Mungkin ini yang ada di benak kita ketika salah satu bank menawarkan program dana pensiun. Eits, jangan salah. Justru mumpung masih muda, kita sangat dianjurkan untuk mecicil dana pensiun, tuh. Tanpa investasi matang, kita berisiko hidup pas-pasan di hari tua nanti. Bingung memulainya? Yuk, kita lihat pengalaman teman – teman berikut, 1. Mengandalkan reksadana Indah Nildha, 26 Jenis dana pensiun yang sudah diambil: reksadana saham. Alasan mengambilnya: modal sedikit, return lumayan, jangka panjang diatas 5 tahun rata-rata return 25%. Jumlah yang diinvestasikan per bulan: 5% gaji. Mulai berinvestasi: November 2011. Jenis investasi yang rencana diambil dalam waktu dekat: buka usaha. Menurut Pandji Harsanto: Bagi kita yang masih berusia 20-an, reksadana saham merupakan investasi dana pensiun yang tepat. Modalnya nggak perlu banyak, tapi bisa menghasilkan return hingga 25%. Jika kita memperhitungkan 5% gaji sudah cukup untuk disisihkan, nggak masalah. Keinginan untuk menjalankan usaha sejak dini juga langkah bijak. Begitu pensiun, diharapkan usaha ini sudah mantap memberi passive income yang lumayan. Hindari memulainya saat pensiun. Selain pergerakan kita sudah nggak selincah dulu, belum tentu bisnis berjalan sukses dan menyedot dana pensiun. 2. Berteman dengan Bank Kusuma Ningrum, 29 Jenis dana pensiun yang sudah diambil: program pensiun bank pemerintah. Alasan mengambilnya: jumlahnya bisa semau kita. Jumlah yang diinvestasikan per bulan: 5% gaji. Mulai berinvestasi: tiga tahun lalu. Jenis investasi yang rencana diambil dalam waktu dekat: logam mulia. Menurut Pandji Harsanto: Mengikuti dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) sebenarnya tidak memberikan return yang terlalu tinggi—apalagi jika dibandingkan inflasi yang mencapai 12,5% tiap tahunnya. Tapi, ini tidak masalah selama Anda sudah mulai mencoba. Daripada tidak sama sekali. “Segeralah wujudkan rencana Anda untuk berinvestasi logam mulia. Return-nya lebih tinggi dari DPLK, mencapai 15% per tahun. Selanjutnya, Anda tinggal membuat target sekian gram emas tiap tahunnya sesuai perhitungan dana pensiun. 3. Terpikat unit link Pamela Herjanto, 25 Jenis dana pensiun yang sudah diambil: Unit link. Alasan mengambilnya: banyak benefit seperti asuransi jiwa, kesehatan dan investasi. Jumlah yang diinvestasikan per bulan: 10% gaji. Mulai berinvestasi: tiga tahun lalu. Jenis investasi yang rencana diambil dalam waktu dekat: reksadana saham atau tabungan berjangka. Menurut Pandji Harsanto: Unit link merupakan produk asuransi. Jadi kurang tepat, tuh, menjadikannya sebagai investasi dana pensiun. Selain ada biaya akuisisi asuransi, ada juga potongan biaya penyertaan investasi 5%. Nilai investasi pun terus berkurang untuk membayar premi asuransi per tahunnya. Anda punya dua pilihan: terus mengambil investasi yang membuat rugi, atau berhenti dan mengalihkannya ke jenis investasi lain seperti reksadana saham dibarengi membeli asuransi jiwa murni jika memang Anda membutuhkannya, hasilnya lebih maksimal 4. Jamsostek & logam mulia Endang Wahyu Indradani, 29 Jenis dana pensiun yang sudah diambil: jamsostek dan logam mulia Alasan mengambilnya: dari kantor (jamsostek) dan return tinggi (logam mulia). Jumlah yang diinvestasikan per bulan: 3% (jamsostek) dan tidak tentu (logam mulia) Mulai berinvestasi: 7 tahun lalu (jamsostek) dan awal tahun (logam mulia) Jenis investasi yang rencana diambil dalam waktu dekat: reksadana saham. Menurut Pandji Harsanto: Jamsostek lebih merupakan program proteksi tenaga kerja sehingga kurang tepat dijadikan dana pensiun. Prinsip dana pensiun adalah dari kita, untuk kita, oleh kita. Jadi, jangan hanya mengandalkan perusahaan untuk masa tua nanti. Menambah dana pensiun melalui logam mulia sudah tepat. Tidak masalah jika jumlah gram-nya berbeda tiap bulan, yang penting Anda memenuhi target tiap tahunnya setelah memperhitungkan kebutuhan dana pensiun. 5. Benda bergerak Ira Rinaldi, 30 Jenis dana pensiun yang sudah diambil: kendaraan (mencicil) dan perhiasan emas. Alasan mengambilnya: hobi berjalan-jalan (kendaraan) dan agar bisa dipakai ke pesta dan dapat dijual dengan harga lebih tinggi (perhiasan emas). Jumlah yang diinvestasikan per bulan: tidak tentu, hanya membelinya ketika ada bonus. Mulai berinvestasi: 7 tahun lalu. Jenis investasi yang rencana diambil dalam waktu dekat: unit link. Menurut Pandji Harsanto: Mencicil kendaraan tidak bisa dianggap sebagai dana pensiun. Soalnya, nih, Anda justru mengeluarkan banyak uang untuk cicilan, pemeliharaan dan bahan bakar. Jadi, tidak ada pemasukan. Perhiasan emas juga kurang tepat dijadikan investasi. Harga jualnya rendah karena akan ada potongan biaya untuk proses pembuatan dan desain. Lebih baik, alihkan perhiasan emas ke logam mulia dan hindari unit link. Apa jenisnya? Di Indonesia, masyarakat pensiun di usia 55 tahun. Nah, setelah pensiun, tentunya, nih, kita nggak ada lagi pemasukan tiap bulannya. Oleh karena itulah kita perlu memikirkan dana pensiun sejak dini. Ada beberapa jenis dana pensiun yang dapat dipilih:

  1. Dana pensiun pemberi kerja (DPPK). Menurut Pandji, selain dananya berasal dari uang kita sendiri, perusahaan juga turut mensubsidi. Jumlahnya, sih, 5% dari gaji kita, 5% dari perusahaan.
  2. Dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), yang merupakan program dana pensiun dari bank. Nilai return-nya tidak terlalu besar, namun tetap bisa dijajal jika kita enggan ke perusahaan investasi.
  3. Dana pensiun mandiri, seperti reksadana saham atau logam mulia. Jenis investasi ini paling cocok bagi kita yang masih di bawah 30 tahun. Nilai return-nya Reksadana saham antara 20-25% tiap tahunnya. Walau risikonya juga cukup besar, hal ini tidak masalah karena kita berinvestasi jangka panjang.
  4. Bangun aset aktif berupa buka usaha sendiri, koleksi properti yang bisa disewakan atau surat berharga seperti sertifikat bank Indonesia. Jadi di saat pensiun, kita bisa menerima passive income.

Yuk, hitung. Ingin tahu biaya yang diperlukan untuk dana pensiun kita? Berikut ilustrasi dari Pandji melalui perhitungan logam mulia: Usia kita saat ini: 25 Usia pensiun: 55 Masa produktif bekerja tersisa: 55 – 25 = 30 tahun Ekspektasi hidup hingga usia: 70 Total masa pensiun: 70 – 55 = 15 tahun Gaji kita saat ini: Rp 3.000.000 (setara dengan 6 gram logam mulia) Nilai inflasi tiap tahunnya: 12.5% Histori kenaikan emas per tahun dari tahun 2000: 15% Pada saat pensiun usia 55 kita menginginkan nilai yang sama dengan saat kita bekerja Perhitungan dana pensiun yang dibutuhkan selama 25 tahun: 6 gram logam mulia x 12 bulan x 15 tahun = 1.080 gram / 1,08 kg logam mulia. Selanjutnya, kita pun tinggal menghitung perkiraan logam mulia yang perlu dikumpulkan tiap tahunnya. Jika mau bagi rata: 1080 : 30 tahun (masa produktif bekerja tersisa) = 36 gram per tahun. Ini bisa dikumpulkan secara bertahap ataupun kalo dapat bonus daripada untuk membeli kebutuhan yang kurang perlu, bisa untuk diinvestasikan yang lebih bermanfaat untuk masa depan. Bagaimana cara merencanakan dana pensiun dengan reksa dana PENSION PLAN CALCULATOR Usia Sekarang

25

Usia Akan Pensiun

55

Life expectation

70

Waktu Investasi

30

Current Monthly expenditure

Rp3,000,000

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun