Mohon tunggu...
Sungkowo
Sungkowo Mohon Tunggu... Guru - guru

Sejak kecil dalam didikan keluarga guru, jadilah saya guru. Dan ternyata, guru sebuah profesi yang indah karena setiap hari selalu berjumpa dengan bunga-bunga bangsa yang bergairah mekar. Bersama seorang istri, dikaruniai dua putri cantik-cantik.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Menjaga Bahasa Indonesia Melalui Chatting di Media Sosial

31 Desember 2021   13:26 Diperbarui: 5 Januari 2022   05:23 869
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi menjaga bahasa Indonesia  melalui chatting (Sumber: Telemessage.com)

Fakta sejarah ini menunjukkan bahwa sejak dikumandangkan Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia sudah memiliki nilai kewibawaan yang tinggi sebab seluruh rakyat Indonesia --tentu dari Sabang sampai Merauke; dari Rote hingga Morotai---mengakuinya. 

Oleh karena itu, sudah seharusnya, kita yang hidup pada zaman sekarang tetap menjunjung kewibawaan bahasa Indonesia.

Toh kita tak pernah ikut berjuang mewujudkan bahasa Indonesia dapat diakui oleh seluruh rakyat Indonesia. Kita hanya menerima dari generasi pendahulu dan menggunakannya. 

Dan, sekarang kita mengetahui bahwa karena bahasa Indonesia, keragaman budaya, suku, agama, ras, dan golongan yang tumbuh subur di bumi Indonesia  --kemudian-- dapat dipahami bersama dan dikolaborasikan yang akhirnya menjadi energi positif untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Bahkan, pada masa pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan aspek-aspek kehidupan di banyak negara, termasuk di Indonesia, bahasa Indonesia memiliki peran yang strategis dan efektif untuk mengomunikasikan semua informasi yang berkaitan dengan Covid-19 secara nasional. 

Seluruh masyarakat Indonesia, baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan, akhirnya memiliki pemahaman yang sama dalam menyikapi kondisi yang terjadi. Terbukti, semua masyarakat Indonesia --hingga kini-- memiliki spirit yang sama dalam melawan korona.

Memahami betapa kemanfaatan bahasa Indonesia yang demikian bermakna, tak hanya secara fisik dapat menyatukan keberagaman yang terus tumbuh di Indonesia, tapi juga secara psikis, maka kita sebagai pemilik sah bahasa Indonesia harus terus berjuang menjaga kewibawaan bahasa Indonesia.

Chatting dalam medsos --terutama melalui WA-- yang setiap hari kita melakukannya dan kita menyadari perkembangannya sangat masif, sebenarnya dapat digunakan sebagai sarana untuk menjaga kewibawaan bahasa Indonesia.

Caranya, mulailah kita dalam setiap chatting dengan siapa pun menggunakan bahasa Indonesia yang semestinya. Menghindari pemakaian singkatan kata yang tidak lazim, menempatkan pemakaian tanda baca yang benar, menulis preposisi dan imbuhan dengan tepat, dan memanfaatkan unsur-unsur kebahasaan yang lain tanpa semau kita.

Saya selalu berusaha chatting dengan siapa pun menggunakan bahasa Indonesia yang semestinya --saat mitra chatting berbahasa Indonesia. 

Saya pun menggunakan bahasa Jawa yang semestinya --tatkala mitra chatting berbahasa Jawa. Tetapi, saya tidak pernah menggunakan bahasa Inggris karena di samping tidak ada mitra chatting berbahasa Inggris, saya pun tidak mampu berbahasa Inggris.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun