Mohon tunggu...
Nur Laili Rahmawati
Nur Laili Rahmawati Mohon Tunggu... Guru - Guru

Merangkai aksara menjadi kata agar lebih bermakna

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Melukis Pagi

22 September 2022   07:51 Diperbarui: 22 September 2022   08:07 104 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Derap langkah diufuk pagi

Menghantarkan sejumput rindu 

Seiring beningnya embun pagi di pucuk dedaunan yang menghijau

Semburat cahaya mentari yang semakin tinggi

Mengukir cakrawala di pagi yang indah ini

Menghiasinya dengan warna putih yang semakin terang menyinari

Riuhnya jalanan menambah hangatnya suasana

Membawa segumpal semangat untuk menggapai impian

Kawan

Selamat berjuang dipagi yang sarat makna

Masa depan yang cerah menunggu kehadiranmu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan