Mohon tunggu...
Suprihati
Suprihati Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar alam penyuka cagar

Penyuka kajian lingkungan dan budaya. Penikmat coretan ringan dari dan tentang kebun keseharian. Blog personal: https://rynari.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Trip Artikel Utama

Melongok Cagar Alam Bukit Gamping Bonus Cagar Budaya Ambarketawang

25 September 2021   06:00 Diperbarui: 25 September 2021   10:54 2187
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sila mampir: Bukit Kelam, Monolit Kaliber Dunia di Sintang, Kalimantan Barat

Ditengarai merupakan sisa dari perbukitan kapur atau gamping. Bagian tersisa dari sumber daya alam gamping yang digunakan untuk beberapa keperluan. Diantaranya terkait dengan aspek sejarah pembangunan keraton Ngayogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono I.

Monolit CA Bukit Gamping dari sisi depan (dokpri)
Monolit CA Bukit Gamping dari sisi depan (dokpri)

Juga ditambang untuk memenuhi keperluan industri gula tebu. Mengingatkan proses penggunaan kalsium oksida untuk penjernihan nira. Nah tersisa bagian berupa gunung batu yang kini dikonservasi.

Masih berkaitan dengan aspek sejarah keraton, keberadaan bukit gamping juga tidak terlepas dengan unsur mitos. Kesetiaan punggawa labuh negeri. Kini melekat pada tradisi upacara adat Saparan Bekakak, bagian dari aspek kultural budaya.

Upacara Adat Saparan Bekakak berlangsung pada bulan Sapar (kalender Jawa). Disimbolkan dengan penyembelihan Bekakak yaitu sepasang boneka pengantin Jawa terbuat dari  tepung ketan yang diisi gula merah. Kontekstualisasi kesatuan kehidupan manusia dengan alam.

Upacara ritual Saparan Bekakak di GA Bukit Gamping (gambar dari ksdae.menlhk.go.id)
Upacara ritual Saparan Bekakak di GA Bukit Gamping (gambar dari ksdae.menlhk.go.id)

Saat blusukan selaku pengunjung tunggal lumayan dapat mengeksplor. Mengangguk kecil kepada staf Balai Konservasi. Semoga hanya sepi karena masa pandemi. Sayang kalau sumber belajar cagar alam ini kurang diminati.

Kompleks ini kini dikelola sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Gamping. Konsep yang dikembangkan adalah eduwisata dan wisata sejarah. Menyatu di kompleks, sebagai pusat adalah monolit batuan gamping yang berpagar. Berterakan papan penjelasan sejarah Bukit Gamping.

CA Gunung Gamping sebagai Taman Wisata Alam (dokpri)
CA Gunung Gamping sebagai Taman Wisata Alam (dokpri)

Gedung perkantoran berada di belakangnya. Juga pendapa terbuka untuk aneka keperluan. Sangat rindang dengan aneka tanaman. Berpapan nama tumbuhan, semisal ada Sawo Kecik, Sawo beludru dll.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun