Mohon tunggu...
Nita Kris Noer
Nita Kris Noer Mohon Tunggu... Guru - belajar berbagi dan belajar memberi manfaat

-semua karena anugerah-Nya-

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Deteksi dan Intervensi Dini, Kunci Penting Tumbuh Kembang Optimal ABK

27 November 2021   07:14 Diperbarui: 29 November 2021   09:05 1295 77 23
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anak berkebutuhan khusus (Sumber: Pexels via edukasi.kompas.com)

Kapan sih saat yang tepat untuk memberikan intervensi pada ABK? Bagaimana agar ABK juga memiliki peluang yang sama atas 'fasilitas' masa depannya?

Mendapatkan kenyataan seputar pengalaman pendampingan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam keluarga, memang tidak selalu ideal. Banyak sekali kondisi-kondisi 'timpang' dan tak seimbang dalam mendukung perkembangan ABK secara nyata.

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) yang dilansir tahun 2017, Indonesia memiliki 1,6 juta ABK.

Secara teoritik, ABK memang harus diberikan penanganan (intervensi) sedini mungkin. Banyak teori yang mengatakan semakin dini diberikan intervensi maka perkembangan mereka juga akan lebih signifikan, dibandingkan bila mendapatkan penanganan terlambat. 

Deteksi dan penanganan dini memang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan tumbuh kembang mereka.

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki banyak sekali kebutuhan yang berbeda dan 'khas'. Hal ini harus disadari benar oleh keluarga, sekolah, dan juga masyarakat dan tentunya pemerintah sebagai penyelenggara fasilitas negara. 

ABK bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua sebagai first circle, tetapi juga masyarakat (pemerintah) dan sekolah.

Banyak faktor yang membuat kondisi tidak ideal dan timpang tadi terjadi di sekitar kita terkait intervensi dini tersebut. Ada beberapa pengalaman terkait hal ini. 

Lalu, apa saja sih sebenarnya faktor yang dapat menghambat pemberian intervensi dini bagi ABK?

1. Kurangnya edukasi atau pemahaman yang benar bagi orang tua

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan